Laporan Tahunan 2022

210 LAPORAN TAHUNAN 2022 PT BANK SYARIAH INDONESIA Tbk Analisis dan Pembahasan Manajemen Laporan Manajemen Profil Perusahaan Ikhtisar Kinerja Hak Pihak Ketiga Atas Bagi Hasil Dana Syirkah Temporer Pada tahun 2022 Hak Pihak Ketiga atas Bagi Hasil Dana Syirkah Temporer mengalami penurunan sebesar Rp346,64 miliar atau 7,92% dari Rp4,38 triliun di tahun 2021 menjadi Rp4,03 triliun di tahun 2022. Penurunan tersebut terutama dari penurunan atas bagi hasil Deposito Mudharabah sebesar Rp598,44 miliar yaitu dari Rp3,47 triliun di tahun 2021 menjadi Rp2,87 triliun di tahun 2022. Pendapatan Usaha Lainnya Pendapatan operasional lainnya yg berhasil diperoleh oleh Bank Syariah Indonesia di tahun 2022 sebesar Rp3,7 triliun atau meningkat Rp688,87 miliar dibandingkan dengan pendapatan operasional lainnya yang diperoleh di tahun 2021 sebesar Rp3,01 triliun. Peningkatan terutama pada pendapatan atas transaksi e-channel sebesar Rp125,1 miliar, fee administrasi Rp113,5 miliar dan PPOB Rp28,6 miliar. Beban Usaha Beban Usaha di tahun 2022 tercatat sebesar Rp9,90 triliun, meningkat 12,67% atau Rp1,11 triliun dari beban usaha di tahun 2021 sebesar Rp8,78 triliun. Peningkatan antara lain dari kenaikan beban gaji dan tunjangan sebesar Rp457,17 miliar serta beban umum & administrasi sebesar Rp886,23 miliar. Laba Bersih Bank Syariah Indonesia tahun 2022 berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp4,26 triliun. Pencapaian tersebut mengalami peningkatan sebesar 40,68% atau Rp1,23 triliun dibandingkan dengan laba bersih tahun 2021 yang sebesar Rp3,03 triliun. Laba Komprehensif Tahun Berjalan Laba komprehensif tahun berjalan meningkat sebesar Rp1,09 triliun atau 33,98% dari Rp3,22 triliun di tahun 2021 menjadi Rp4,31 triliun di tahun 2022. Peningkatan terutama dari peningkatan laba bersih yang dicapai tahun 2022 yaitu sebesar Rp1,23 triliun. ARUS KAS Bank membukukan kas dan setara kas pada akhir tahun buku 2022 sebesar Rp39,22 triliun, meningkat 47,77% dibandingkan tahun buku 2021 yang sebesar Rp26.54 triliun. Perubahan tersebut, antara lain didorong oleh peningkatan pada arus kas aktivitas investasi sebesar 22.59 triliun (136,13%) dan penurunan atas arus kas aktivitas operasi sebesar Rp14,81 triliun (88,71%). (Rp Juta) Uraian 2022 2021 2020* Arus Kas Aktivitas Operasi 1.885.530 16.696.794 13.444.647 Arus Kas Aktivitas Investasi 5.994.708 (16.591.024) (12.927.114) Arus Kas Aktivitas Pendanaan 4.798.909 (77.929) (268.516) Kenaikan Bersih Kas dan Setara Kas 12.679.147 27.841 249.017 Kas & Setara Kas Awal Tahun 26.542.272 26.514.431 26.265.414 Kas & Setara Kas Akhir Tahun 39.221.419 26.542.272 26.514.431 * Disajikan kembali Arus Kas dari Aktivitas Operasi Kas bersih dari aktivitas operasi pada tahun buku 2022 tercatat Rp1,89 triliun, mengalami penurunan signifikan sebesar 88,71% dibandingkan tahun buku 2021 yang sebesar Rp16,70 triliun. Peningkatan penyaluran pembiayaan yang lebih tinggi di 2022 menjadi faktor penurunan kas bersih dari aktivitas operasi. Arus Kas dari Aktivitas Investasi Kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi hingga 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp5,99 triliun meningkat sebesar 136,13% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Hal tersebut didorong oleh aktivitas perolehan Surat Berharga yang lebih kecil di bandingkan tahun lalu yaitu sebesar Rp26,63 triliun. Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Sepanjang tahun 2022 kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan adalah sebesar Rp4,80 triliun meningkat signifikan sebesar Rp4,88 triliun dibandingkan dengan periode tahun 2021. Peningkatan ditopang dari penerbitan saham baru atau right issue yang terjadi di tahun 2022.

RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5