Laporan Tahunan 2023

STRATEGI TAHUN 2023 1. Strategi penghimpunan dana tahun 2023 masih mengutamakan pertumbuhan DPK organik dengan komposisi yang sehat dan berkelanjutan (sustainable) melalui pertumbuhan dana murah (CASA). 2. Fokus utama pada 2023 yaitu menurunkan Cost of Fund melalui ekspansi pada dana murah yakni giro dan tabungan dan mengurangi dana mahal dengan tetap menjaga likuiditas Bank agar tetap sehat sesuai ketentuan regulator. 3. Meningkatkan dana nasabah institusi eksisting, mengurangi risiko konsentrasi nasabah dan mengurangi porsi dari dana mahal atau Deposito yang dilakukan secara bertahap, baik pada nasabah Institusi regular maupun nasabah baru sehingga akan menurunkan beban bagi hasil. 4. Melakukan sinergi bisnis dengan induk melalui pemanfaatan customer base, join-marketing, pengembangan dan peningkatan value chain dengan BUMN. 5. Menambah sumber-sumber dana baru berperan sebagai pintu masuk produk BSI kepada perusahaan Kementerian Negara/Lembaga, BUMN, Perguruan Tinggi Negeri/Swasta, Rumah Sakit dan Swasta Bonafide dengan sektor terpilih. KINERJA TAHUN 2023 Portofolio Pada tahun 2023 total dana yang berhasil dihimpun oleh segmen hubungan kelembagaan mencapai Rp79,77 triliun. Perolehan tersebut mengalami peningkatan 3,10% dibandingkan tahun 2022 yang sebesar Rp77,37 triliun. Profitabilitas Pada tahun 2023 laba setelah zakat dan pajak yang dibukukan oleh segmen hubungan kelembagaan sebesar Rp187,21 miliar. Perolehan tersebut lebih rendah dibandingkan dengan posisi tahun 2022 yang sebesar Rp331,96 miliar. Penurunan terutama dari meningkatnya cost of fund di tahun 2023 dibandingkan dengan tahun 2022. Kinerja Segmen Hubungan Kelembagaan (Rp Juta, kecuali dinyatakan lain) Uraian 2023 2022 Pertumbuhan (Rp) (%) Total DPK 79.770.650 77.370.904 2.399.746 3,10 Pendapatan Pengelolaan Dana Bersih*) 329.935 498.031 (168.096) (33,75) Beban Usaha (84.689) (67.091) (17.598) 26,23 Laba setelah Zakat dan Pajak 187.206 331.959 (144.753) (43,61) *) Termasuk komponen internal transfer pricing antar segmen operasi SEGMEN RITEL Kegiatan usaha pada segmen ritel mencakup layanan bisnis untuk: Small Medium Enterprise (SME), Mikro dan Konsumer. Segmen operasi ini merupakan yang dominan dari sisi penyaluran pembiayaan. STRATEGI TAHUN 2023 Secara umum, strategi pada segmen operasi ritel yang diterapkan oleh BSI mencakup: 1. Peningkatan kuota Kredit Usaha Rakyat (KUR). 2. Optimalisasi pembiayaan Linkage ke Sektor Lembaga Keuangan Syariah seperti BMT, KSPPS, dan Koperasi Syariah. 3. Mengembangkan kerangka ekosistem bisnis retail dengan model bisnis kemitraan dengan perusahaan mitra yang berfungsi sebagai avalis dan off taker. 4. Membina dan mengedukasi nasabah UMKM dalam meningkatkan kapasitas usaha serta mengelola bisnis yang berkesinambungan sehingga nasabah UMKM bisa naik kelas. 5. Membuka kerja sama dengan instansi pemerintah dan LAZNAS berfungsi untuk incubator nasabah-nasabah retail/UMKM baru. 6. Penyaluran pembiayaan secara digital melalui e-commerce dan platform digital. LAPORAN TAHUNAN 2023 PT BANK SYARIAH INDONESIA Tbk 159 Tinjauan Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan

RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5