IKATAN MATERIAL UNTUK INVESTASI BARANG MODAL Sampai dengan akhir tahun 2023, BSI tidak memiliki ikatan yang material terkait investasi barang modal. INVESTASI BARANG MODAL Pada tahun 2023, realisasi investasi barang modal Bank mencapai Rp1,65 triliun. Realisasi tahun 2023 lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2022 yang sebesar Rp2,04 triliun. Ditahun 2023 pengadaan investasi barang modal tanah dan bangunan mengalami penurunan yaitu masing-masing sebesar Rp723,76 miliar dan Rp323,45 miliar. Sementara itu untuk investasi barang modal berupa aset dalam penyelesaian meningkat sebesar Rp592,52 miliar. Tujuan Investasi Untuk mendukung dan menunjang aktivitas operasional kegiatan Bank secara menyeluruh. Realisasi Investasi Barang Modal (Rp Juta) Jenis Investasi 2023 2022 Tanah 909 724.673 Bangunan 4.096 327.544 Instalasi 22.110 22.062 Kendaraan Bermotor 501 5.304 Investasi Kantor 65.728 115.772 Prangakat Lunak 276.241 144.715 Renovasi atas Aset Sewa 13.023 27.861 Aset dalam Penyelesaian 1.266.390 673.866 Total 1.648.998 2.041.797 INFORMASI DAN FAKTA MATERIAL YANG TERJADI SETELAH TANGGAL LAPORAN AKUNTANSI Bank Syariah Indonesia tidak memiliki informasi dan fakta material setelah tanggal laporan akuntan yang secara signifikan mempengaruhi kinerja Bank dan risiko usaha di masa yang akan datang. PROSPEK USAHA Kondisi Ekonomi Secara Umum Di tahun 2024, perekonomian global diprakirakan akan sedikit melambat karena tingginya suku bunga acuan bank sentral global yang masih akan berlanjut. Meskipun inflasi semakin terkendali, terdapat beberapa hal yang perlu diwaspadai, antara lain adanya potensi volatilitas harga komoditas seiring dengan masih tingginya kemungkinan eskalasi tensi geopolitik global, risiko climate change, dan gangguan cuaca El Nino hingga paruh awal 2024, yang dapat berdampak pada perlambatan penurunan inflasi. Kemudian, terdapat dampak fiskal dari tingginya suku bunga yang berpotensi meningkatkan beban bunga utang negara. Tingkat ketidakpastian perekonomian global diprediksi masih akan berlanjut seiring pelaksanaan US election, dengan ekspektasi kebijakan moneter akan mulai dilonggarkan di paruh kedua 2024. Menghadapi ketidakpastian global, perekonomian nasional diprediksi masih akan melanjutkan pertumbuhan positif di range 5-6% seperti yang terjadi selama 2023 lalu. Daya tahan Perekonomian masih akan berlanjut. Tingkat konsumsi diperkirakan masih tumbuh kuat di tengah ketatnya kebijakan moneter global dan domestik. Di saat yang sama, terdapat perubahan yang perlu dipertimbangkan yaitu risiko perubahan iklim, perubahan perilaku konsumen, dan digitalisasi. Perbankan nasional diperkirakan akan tetap mencetak pertumbuhan positif meskipun berpotensi mengalami perlambatan pertumbuhan akibat keterbatasan likuiditas. Dinamika politik yaitu pemilihan presiden diprediksi akan berpengaruh terhadap pelambatan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan penyaluran pembiayaan perbankan, khususnya disebabkan adanya masa transisi periode pemerintahan dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. LAPORAN TAHUNAN 2023 PT BANK SYARIAH INDONESIA Tbk 183 Tinjauan Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan
RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5