Whistle Blowing System

Ref: Kebijakan Tata Kelola Perusahaan & SPO Internal Audit PT Bank Syariah Indonesia Tbk tahun 2021

Jajaran Bank menyadari bahwa fraud dapat mengakibatkan kerugian bagi Bank dan memengaruhi reputasi Bank. Fraud dapat berdampak terhadap produktivitas kerja jajaran Bank maupun kelangsungan usaha Bank secara keseluruhan. Karena itu, pegawai harus berpartisipasi aktif sebagai penyampai informasi awal melalui whistle blowing system atas indikasi fraud yang terjadi.

Penyampaian laporan dugaan Tindakan penyimpangan oleh Pelapor harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Pelapor wajib memberikan informasi awal, yaitu:
    1. Bentuk penyimpangan/permasalahan yang dilaporkan;
    2. Pihak-pihak yang terlibat;
    3. Lokasi/Unit Kerja terjadinya penyimpangan;
    4. Perkiraan waktu terjadinya penyimpangan;
    5. Perkiraan nilai kerugian (jika ada); dan
    6. Kronologis penyimpangan
  2. Untuk mempercepat proses audit, Pelapor menyertakan bukti-bukti awal dugaan tindakan penyimpangan, yaitu:
    1. Bukti tertulis, antara lain dokumen pembiayaan, surat-surat, akta notarial.
    2. Keterangan tertulis saksi
    3. Keterangan tertulis pelaku
    4. Bukti petunjuk, antara lain dokumen elektronik dan/atau hasil cetaknya, CCTV, rekaman suara, SMS, dll
    Bukti-bukti dugaan tindakan penyimpangan yang diserahkan Pelapor tidak diperoleh dengan cara melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  3. Untuk memudahkan komunikasi, Pelapor dapat memberikan informasi mengenai identitas diri, yaitu:
    1. Nama Pelapor (diperbolehkan menggunakan anonim)
    2. Nomor telepon atau alamat e-mail yang dapat dihubungi
Lingkup Tindakan Penyimpangan

Lingkup tindakan penyimpangan yang dilaporkan dalam Whistleblowing System adalah:

  1. Tindakan penyimpangan yang tergolong fraud, antara lain:
    1. Penggelapan.
    2. Pencurian.
    3. Penipuan, bentuk tindakannya antara lain curang, rekayasa, pemalsuan, manipulasi, fiktif, pemecahan limit/splitting, mark up.
    4. Pembocoran informasi Bank dan/atau rahasia nasabah.
    5. Pemerasan.
    6. Tindak pidana perbankan, bentuk tindakannya antara lain pelanggaran batas maksimum pemberian pembiayaan, pencatatan palsu, tindak pidana pencucian uang, risywah terkait penyaluran dana, bank garansi atau penarikan dana melebihi batas.
    1. Pegawai Bank sengaja memberikan tanda tangan atas laporan atau dokumen yang diketahui rekayasa.
    2. Pegawai Bank sengaja memberikan persetujuan pembiayaan yang diketahui merupakan fiktif.
    3. Pegawai Bank sengaja melakukan otorisasi atau override atas suatu transaksi atau pencarian yang diketahui fiktif.
  2. Tindakan penyimpangan khusus antara lain:
    1. Tindakan yang melanggar peraturan perundang-undangan, antara lain: penggunaan narkotika/zat adiktif/psikotropika, minuman keras, pencucian uang, judi.
    2. Tindakan asusila/amoral, seperti penyimpangan seksual, perselingkuhan, pelecehan seksual, dll.
    3. Pelanggaran code of conduct (benturan kepentingan, penyalahgunaan jabatan, perilaku insiders).
    4. Pelanggaran norma sosial.
    5. Penyalahgunaan asset perusahaan.
    6. Tindakan lain yang dapat menimbulkan risiko materi maupun non materi.
Adapun Pelaporan dapat disampaikan pada:

Email: pengaduan@bankbsi.co.id

Tel/SMS/WhatsApp: 0811-9-146-146