Whistle Blowing System

BSI menyadari bahwa fraud dapat mengakibatkan kerugian bagi Bank dan memengaruhi reputasi Bank. Selain itu, fraud dapat berdampak terhadap produktivitas kerja jajaran Bank maupun kelangsungan usaha Bank secara keseluruhan. Karena itu, pegawai harus berpartisipasi aktif sebagai penyampai informasi awal melalui whistleblowing system atas indikasi fraud yang terjadi.

Prinsip Pelaporan

Penyampaian laporan dugaan tindakan penyimpangan oleh pelapor harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Pelapor wajib memberikan informasi awal, yaitu:
    1. Bentuk penyimpangan/permasalahan yang dilaporkan;
    2. Pihak-pihak yang terlibat;
    3. Lokasi/Unit Kerja terjadinya penyimpangan;
    4. Perkiraan waktu terjadinya penyimpangan;
    5. Perkiraan nilai kerugian (jika ada); dan
    6. Kronologis penyimpangan
  2. Untuk mempercepat proses audit, pelapor menyertakan bukti-bukti awal dugaan tindakan penyimpangan, yaitu:
    1. Bukti tertulis, antara lain dokumen pembiayaan, surat-surat, akta notarial.
    2. Keterangan tertulis saksi.
    3. Keterangan tertulis pelaku.
    4. Bukti petunjuk, antara lain dokumen elektronik dan/atau hasil cetaknya, CCTV, rekaman suara, SMS, dll
    Bukti-bukti dugaan tindakan penyimpangan yang diserahkan pelapor tidak diperoleh dengan cara melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  3. Untuk memudahkan komunikasi, pelapor dapat memberikan informasi mengenai identitas diri, yaitu :
    1. Nama Pelapor (diperbolehkan menggunakan anonim)
    2. Nomor telepon atau alamat e-mail yang dapat dihubungi.
  4. Kewajiban Pelaporan
    1. Setiap pihak internal Bank wajib untuk melaporkan setiap dugaan tindakan penyimpangan yang terjadi dilingkungan atau menggunakan sarana Bank.
    2. Setiap pihak internal Bank yang mengetahui dugaan tindakan penyimpangan, namun tidak melaporkan atau melindungi Pelaku, maka dapat dikenakan pelanggaran kedisiplinan pegawai.
  5. Saluran Pelaporan Bank menyediakan beberapa saluran pelaporan penyimpangan yaitu:
    1. Whatsapp/telepon/SMS: 08119146146
    2. Email: pengaduan@bankbsi.co.id
    3. Surat
Perlindungan bagi Pelapor

Bank telah menetapkan mekanisme perlindungan bagi pelapor seperti dijelaskan sebagai berikut:

  1. Hak Pelapor:
    1. Melaporkan dugaan tindakan penyimpangan atau fraud yang diketahui melalui sarana pelaporan yang disediakan.
    2. Memberikan informasi atau dokumen-dokumen tanpa tekanan.
    3. Mendapat jaminan atas kerahasiaan identitas pribadi.
    4. Memberikan kesaksian tanpa harus bertatap muka dengan Terlapor pada saat pemeriksaan perkara.
    5. Memperoleh informasi mengenai tindak lanjut atas laporannya melalui aplikasi pelaporan tindakan penyimpangan atau fraud.
  2. Kewajiban Pelapor:
    1. Menyampaikan informasi sesuai fakta.
    2. Beritikad baik.
    3. Kooperatif.
    4. Bertanggung jawab atas laporan yang tidak sesuai fakta atau bersifat fitnah.
  3. Bank memberikan perlindungan pelapor meliputi:
    1. Menjaga kerahasiaan identitas Pelapor dan materi laporan.
    2. Mendapatkan perlindungan Bank terhadap perlakuan yang merugikan, yaitu:
    1. Pemecatan yang tidak adil;
    2. Penurunan jabatan/pangkat;
    3. Pelecehan/diskriminasi dalam segala bentuk; dan
    4. Catatan yang merugikan dalam file data pribadi (personal record).

Perlindungan Bank tidak berlaku bila laporan Pelapor berdasarkan audit terbukti tidak benar atau memfitnah atau Pelapor merupakan pihak yang terlibat dalam tindakan penyimpangan dan/atau fraud untuk permasalahan yang sama atau berbeda.

Jenis Pelanggaran yang Dapat Dilaporkan

Lingkup tindakan penyimpangan yang dilaporkan dalam whistleblowing system adalah:

  1. Tindakan penyimpangan yang tergolong fraud, antara lain:
    1. Kecurangan
    2. Penipuan
    3. Penggelapan aset
    4. Pembocoran informasi
    5. Tindak Pidana Perbankan
    6. Tindakan lain yang dapat dipersamakan dengan fraud sesuai dengan ketentuan peraturan perundanganundangan.
  2. Tindakan pembiaran yang tergolong fraud, antara lain:
    1. Pegawai Bank sengaja memberikan tanda tangan atas laporan atau dokumen yang diketahui rekayasa.
    2. Pegawai Bank sengaja memberikan persetujuan pembiayaan yang diketahui merupakan fiktif.
    3. Pegawai Bank sengaja melakukan otorisasi atau override atas suatu transaksi atau pencairan yang diketahui fiktif.
  3. Tindakan penyimpangan khusus antara lain:
    1. Tindakan yang melanggar peraturan perundangundangan, antara lain: penggunaan narkotika/zat adiktif/psikotropika, minuman keras, pencucian uang, judi.
    2. Tindakan asusila/amoral, seperti penyimpangan seksual, perselingkuhan, pelecehan seksual, dll.
    3. Pelanggaran code of conduct (benturan kepentingan, penyalahgunaan jabatan, perilaku insiders).
    4. Pelanggaran norma sosial.
    5. Penyalahgunaan asset perusahaan.
    6. Tindakan lain yang dapat menimbulkan risiko materi maupun non materi.
Sosialisasi Whistleblowing System

Sosialisasi whistleblowing system dilakukan melalui training/ pelatihan pegawai, Change Agent BSI, Desktop komputer pegawai, website BSI.

Pihak yang mengelola Pengaduan

Whistleblowing System di Bank Syariah Indonesia dikelola oleh Unit Internal Audit.

Penanganan Pengaduan

Jumlah Pengaduan

No. Jenis Pengaduan Jumlah
1 Pembiayaan 15
2 Operasional 7
3 Code Of Conduct 7
Total 29