Laporan Tahunan 2021

EKONOMI GLOBAL Kinerja pemulihan ekonomi global di tahun 2021 berlangsung dengan baik di tengah tekanan Covid-19 varian Delta, disrupsi rantai pasok global, serta meningkatnya inflasi di sejumlah negara maju dan negara berkembang lainnya. Akselerasi pemberian vaksinasi Covid-19 yang mulai dilakukan oleh sebagian negara maju dan negara berkembangmemberikan dampak positif bagi keberlanjutan proses pemulihan ekonomi. Pemulihan pandemi di banyak negara turut mendorong peningkatan aktivitas ekonomi global, yang tercermin pada menurunnya angka pengangguran di mayoritas negara anggota G20, PMI manufaktur yang terus berada di zona ekspansi, serta meningkatnya aktivitas perdagangan dunia. Beberapa perkembangan ini mendorong International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan perekonomian global dapat tumbuh di level 6,1% pada tahun 2021. Pemulihan tersebut diperkirakan berlangsung lebih seimbang, tidak hanya bertumpu pada negara maju, namun juga disertai dengan perbaikan ekonomi di negara berkembang. IMF juga memperkirakan bahwa negara berkembang akan mengalami pertumbuhan sebesar 6,8%, lebih tinggi dari negara maju yang sebesar 5,2%. Volume perdagangan dan harga komoditas dunia tetap tumbuh di tengah kekhawatiran disrupsi rantai pasok global akibat meningkatnya tensi geopolitik di beberapa kawasan seperti Timur Tengah dan Eropa, maupun terganggunya pasokan seiring rencana beberapa negara yangmulai beralih ke energi terbarukan dalam menanggulangi isu perubahan iklim. Pertumbuhan ekspor negara berkembang tetap positif didorong kenaikan harga komoditas dan menjadi katalis bagi pemulihan ekonomi global. Di sisi lain, dampak disrupsi rantai pasok juga menyebabkan tingginya inflasi di negara- negaramaju yangmendorong tekanan normalisasi kebijakan moneter. Beberapa bank sentral negara maju seperti The Fed di AS, European Central Bank di Uni-Eropa, Bank of England di Inggris, serta Bank of Korea di Korea Selatan telah memulai program normalisasi moneternya di akhir kuartal III-2021. Pengurangan stimulus seperti tapering hingga kenaikan suku bunga acuan mulai dilakukan, sehingga memberikan risiko terhadap pasar keuangan negara berkembang, termasuk keluarnya aliran modal asing hingga tekanan terhadap nilai tukar. Namun demikian, indikator perekonomian global menunjukkan sinyal pertumbuhan positif di tahun 2021 seiring sinergi kebijakanfiskal danmoneter yang akomodatif. Sumber: IMF, Our World in Data, Bloomberg (2021) EKONOMI NASIONAL Perkembangan pemulihan ekonomi global yang positif mendorong kenaikan permintaan komoditas dan perdagangan antarnegara. Kondisi tersebut ikutmendukung pemulihan ekonomi domestik di tengah upaya penanganan pandemi gelombang kedua pascamasuknya Covid-19 varian Delta ke Indonesia. Puncak penambahan kasus tertinggi menyentuh angka 56.757/hari pada pertengahan Juli 2021 atau 4 (empat) kali lipat dibandingkan puncak kasus tertinggi sebelumnya pada awal tahun 2021. Hal ini mendorong pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat hingga berjenjang (level) dalam mencegah penambahan kasus yang lebih masif ke depan. Selain itu, pemerintah juga mempercepat penyaluran vaksinasi Covid-19 guna melindungi masyarakat dari dampak penularan virus serta menahan penyebaran virus. Rasio penyaluran vaksinasi dengan dosis penuh tercatat telah menyentuh angka lebih dari 40% di akhir tahun 2021 atau naik 5 (lima) kali lipat dibandingkan periode sebelum masuknya varian Delta di bulan Mei 2021. Dampak gencarnya vaksinasi Covid-19 serta penerapan aturan protokol kesehatan yang ketat, membuat momentum pemulihan ekonomi Indonesia tetap terjaga di tahun 2021. Berbagai indikator ekonomi sektor riil menunjukkan tren yang positif. 193 PT BANK SYARIAH INDONESIA Tbk • Laporan Tahunan 2021 Analisis dan Pembahasan Manajemen

RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5