Laporan Tahunan 2021
Indeks Mobilitas Masyarakat menunjukkan tren pemulihan pada akhir 2021, tercermin dari laporan Google Mobility Index yang menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat tumbuh 191% pada akhir 2021 dibandingkan periode saat diterapkannya PPKM pada awal Juli 2021. Selain itu, indikator konsumsi juga menunjukkan tren positif, tercermin dari indeks penjualan ritel Desember 2021 yang diperkirakan berada di level 216,28 atau mendekati level pra-pandemi yang sebesar 216,36 pada Februari 2020. Pemulihan ekonomi yang berjalan baik juga mendorong ekspektasi positif konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan. Indeks Keyakinan Konsumen Desember 2021 berada di level 118,34 atau lebih tinggi dibandingkan periode sebelum pandemi yang mencapai 117,65. Indeks manufaktur juga tumbuh dengan baik, tercermin dari indeks PMI manufaktur yang berada di level all time high , yaitu sebesar 57,2 pada Oktober 2021 setelah sempat terpukul dari Juli (40,1) hingga Agustus (43,7) akibat gelombang kedua Covid-19. Sektor eksternal masih tumbuh sangat kuat, yang tercermin dari tingginya angka pertumbuhan ekspor dan impor. Laju pertumbuhan ekonomi kuartal-IV 2021 diperkirakan dapat berada di atas level 5,02% (yoy), sehingga secara keseluruhan kinerja ekonomi tahun 2021 diperkirakan akan tumbuh sebesar 3,69%. Akselerasi pemulihan ekonomi domestik tidak hanya didukung oleh keberhasilan pemerintah dalam mengendalikan kasus Covid-19, melainkan juga dukungan kebijakan stimulus ekonomi. Percepatan program vaksinasi di tahun 2021 serta program penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) telah terbukti efektif dalammenjaga momentum pemulihan ekonomi. Inflasi domestik terjaga dalam level yang terkendali, sementara stabilitas pasar keuangan juga relatif terjaga dengan baik, tercermin pada stabilnya nilai tukar rupiah dan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menyentuh All Time High pada tahun 2021. Di sisi lain, sektor perbankan juga menujukkan kinerja yang solid dengan tingkat kecukupan modal yang memadai, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh tinggi yang diikuti dengan mulai meningkatnya pertumbuhan kredit. Inflasi tumbuh 1,87% (yoy) pada tahun 2021 relatif lebih tinggi dibandingkan inflasi tahun 2020, yang menunjukkan sinyal perbaikan tingkat permintaan dan konsumsi domestik. Inflasi tahun 2021 masih stabil seiring dengan sinergi pelaksanaan bauran kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil, serta koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat-daerah, dengan otoritas moneter. Pemerintah terus berupaya meningkatkan akses pangan masyarakat, menjaga keterjangkauan harga, serta meningkatkan kelancaran arus distribusi. Untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional, pemerintah memberikan insentif fiskal sebagai stimulus bagi masyarakat, di antaranya insentif PPnBM untuk mobil, subsidi PPh bagi UMKM, serta PPh bagi karyawan. Demikian juga Bank Indonesia yang memberikan stimulus berupa relaksasi Loan to Value (LTV) maupun Financing to Value (FTV) untuk pembiayaan kepemilikan rumah guna mendorong bisnis properti. Selain itu, sejak bulan Maret 2021, Bank Indonesia juga mempertahankan suku bunga acuan (BI 7 Days Reverse Repo Rate) tetap rendah di level 3,5% untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik dalam koridor pemulihan. Sumber: IMF, Bloomberg, Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan, Badan Pusat Statistik, dan Bank Indonesia (2021) TINJAUAN INDUSTRI PERBANKAN NASIONAL DAN SYARIAH Kinerja industri perbankan sepanjang tahun 2021 tetap kokoh ( resilient ), yang ditunjukkan oleh fungsi intermediasi yang tetap baik dan risiko kredit yang terkendali di masa pandemi Covid-19. Total aset perbankan menyentuh Rp10.298 triliun pada Oktober 2021, atau tumbuh 10,16% (yoy). Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 12,19% (yoy) menjadi Rp7.608 sejalan dengan preferensi masyarakat yang menyimpan asetnya pada produk perbankan akibat ketidakpastian kondisi pandemi di Indonesia. Penyaluran kredit tetap tumbuh, tercermin dari kenaikan penyalurankredit nasional sebesar 5,25%YoYsehingga total kredit berada di level Rp5.897 triliun pada akhir tahun 2021. Peningkatan kembali penyaluran kredit tersebut didukung pulihnya aktivitas ekonomi masyarakat sejalan dengan pelonggaran pembatasan mobilitas yang disertai pemberian insentif oleh pemerintah dan regulator lain seperti Bank Indonesia dalam mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional. Selama tahun 2021, pemerintah telah menyalurkan dana program PEN sebesar Rp658,6 triliun, yang sebagian di antaranya disalurkan melalui perbankan melalui skema subsidi margin serta penjaminan pada program Kredit Usaha Rakyat (KUR). 194 PT BANK SYARIAH INDONESIA Tbk • Laporan Tahunan 2021
Made with FlippingBook
RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5