Laporan Tahunan 2021

PROSPEK USAHA Pandemi Covid-19 diproyeksikan masih berlangsung, seperti ditandai dengan munculnya varian Omicron pada awal tahun 2022. Situasi ini akan berdampak pada kinerja industri perbankan nasional. Kendati demikian, proses perbaikan dan pemulihan pada industiri perbankan diprediksi masih tetap berlanjut. Penyaluran kredit dan dana pihak ketiga (DPK) industri perbankan tahun 2022 diproyeksikan tumbuh masing-masing pada kisaran 5,5% ±1% year on year (yoy) dan 7,5% ±1% yoy. BSI telahmemiliki performayangteruji di tahun2021dengan tercapainya berbagai milestone , seperti dengan selesainya operational merger di bulan November 2021. Karena itu, Bank memiliki peluang untuk terus tumbuh dengan melihat berbagai peluang antara lain sebagai berikut: 1. Permodalan dan likuiditas Bank yang semakin baik menjadi peluang untuk melakukan kegiatan investasi untuk meningkatkan pendapatan dan kinerja Bank. 2. Bank memiliki infrastruktur yang memadai antara lain jaringan yang luas, sistem teknologi informasi (TI) dan digital yang mumpuni sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. 3. Memanfaatkan sinergi dengan Bank Induk dalam meningkatkan bisnis dan layanan Bank. 4. Jaringan syariah di pasar global sehingga terdapat peluang untuk menggarap pasar luar negeri. 5. Masih terdapat ruang untuk meningkatkan penetrasi customer based dan pengguna aktif mobile banking . 6. Peluang untuk melakukan cross selling antarproduk perbankan syariah (seperti pembiayaan konsumer, kartu kredit, investasi surat berharga, dan segmen korporasi) 7. Terdapat segmen kelas menengah muslim yang tengah bertumbuh sehingga memiliki potensi untuk masuk ke segmen nasabah prioritas. 8. Besarnya potensi ekosistem halal yang saat ini belum dioptimalkan dengan baik oleh bank syariah. Berdasarkan asumsi tersebut disertai adanya berbagai peluang, Bank Syariah Indonesia optimistis untuk dapat senantiasa meningkatkan kinerjanya dalam jangka panjang. Dengan kata lain, Bank Syariah Indonesia memiliki prospek usaha yang sangat baik. Hal ini didasarkan pada kekuatan yang dimiliki oleh Bank Syariah Indonesia yaitu: 1. Memiliki struktur permodalan yang kokoh dengan biaya dana yang murah. 2. Memiliki likuiditas yang terjaga dengan baik. 3. Merupakan bank syariah terbesar baik dari sisi dana pihak ketiga, aset, dan pembiayaan serta merupakan bank syariah terbaik dari sisi keberlangsungan bisnis. 4. Mendapatkan dukungan dari pemerintah dalam memperkuat Industri Keuangan Syariah. 5. Memiliki dukungan kuat dari pemegang saham dan sinergi dengan Bank Induk. 6. Memiliki jaringan di pasar global. 7. Memiliki reputasi yang baik dibuktikan dengan berbagai penghargaan yang diterima baik dari dalam dan luar negeri. 8. Mempunyai komitmen organisasi untuk menjalankan tata kelola perusahaan yang baik ( Good Corporate Governance ). 9. Memiliki komitmen untuk mengembangkan kompetensi dan profesionalisme seluruh pegawai. 10. Memiliki struktur demografi kepegawaian yang didominasi pegawai berusia muda dan memiliki potensi untuk dikembangkan. 11. Jaringan kantor dan unit kerja yang sangat luas dengan memiliki lebih dari 1.300 jaringan sehingga mempermudah nasabah untuk melakukan transaksi. 12. Berpengalaman/kokoh di segmen ritel, baik terkait payroll , Bank Operasional 2 (BO2), maupun di segmen korporasi. 13. Berpengalaman di bidang ekosistem halal antara lain haji, umroh, pesantren, pendidikan Islam, masjid, dan zakat, infak, sedekah, wakaf (Ziswaf). 250 PT BANK SYARIAH INDONESIA Tbk • Laporan Tahunan 2021

RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5