Laporan Tahunan 2021

P. Rencana Pengembangan Manajemen Risiko Pengembangan manajemen risiko diselaraskan dengan perkembangan bisnis Bank, kondisi internal dan eksternal termasuk adanya regulasi baru. Rencana pengembangan manajemen risiko yang akan dilakukan pada tahun 2022 antara lain: 1. Organisasi Penguatan organisasi DCOR dan RBC melalui pembentukan organ Senior Operational Risk Head 2. Tools dan Metodologi Pengembangan dan penguatan risk tools dan metodologi melalui antara lain: a. Pengembangan metodologi portfolio guideline, CKPN, stress test. b. Implementasi portfolio & Risk Integration system c. Implementasi operational risk, market risk & Liquidity risk management system d. Implementasi rating system pembiayaan wholesale dan new Scoring Model e. Implementasi Anti Fraud Management System f. Pengembangan Pipeline Management System pada Wholesale Alliance Integrated System Q. Konsolidasi dan Integrasi Manajemen Risiko dengan Perusahaan Induk Bank melakukan konsolidasi penerapan manajemen risiko dengan perusahaan induk yang menjadi entitas utama dalam rangka mensinergikan dan mengintegrasikan penerapan manajemen risiko antara perusahaan anak dan perusahaan induk (Bank Mandiri). Konsolidasi dan integrasi ditujukan untuk penguatan pengelolaan risiko secara internal dan memenuhi ketentuan regulator. Konsolidasi dan integrasi penerapan manajemen risiko tersebut mencakup konsolidasi sistem akuntansi dan sistem informasi manajemen risiko, sinkronisasi arsitekturkebijakandanproseduroperasionalbankserta tools dan metodologi manajemen risiko. Secara berkala Bank bersama perusahaan induk menyelenggarakan Integrated Risk Management Forum dan Annual Integrated Risk and Governance Conference , serta forum konsultasi/ sharing dan diskusi lainnya sesuai kebutuhan. 329 PT BANK SYARIAH INDONESIA TBK • Laporan Tahunan 2021 Penunjang Bisnis

RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5