Laporan Tahunan 2021

PT BANK SYARIAH INDONESIA Tbk (d/h /previously PT Bank BRISyariah Tbk) CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) Halaman - 147 - Page 45. INFORMASI PENTING LAINNYA 45. OTHER SIGNIFICANT INFORMATION a. Pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) Bank dihitung berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 21/POJK.03/2014 tanggal 19 November 2014 yang mencabut peraturan sebelumnya. Rasio KPMM tersebut adalah sebagai berikut: a. As of 31 December 2021 and 2020, the Minimum Required Capital Adequacy Ratio (CAR) are calculated based on Financial Service Authority (FSA) No. 21/POJK.03/2014 dated 19 November 2014, as amended in previous regulation. The CARs are as follows: 2021 2020 *) Modal inti 23,173,019 20,420,394 Core capital Modal pelengkap (maksimum Supplementary capital (maximum 100% dari modal inti) 527,083 802,084 100% over core capital) Cadangan umum penyisihan General reserves of allowance for kerugian aset produktif impairment losses of earning (maksimum 1,25% assets (maximum 1.25% dari ATMR) 1,422,667 1,274,763 of ATMR) 25,122,769 22,497,241 Aset Tertimbang Menurut Risiko Risk Weighted Assets (RWA) (ATMR) Risiko Kredit 113,643,146 101,719,501 for Financing Risk ATMR Risiko Pasar 103,913 1,035,985 RWA for Market Risk ATMR Risiko Operasional - 20,569,561 RWA for Operational Risk 113,747,059 123,325,047 Rasio KPMM Bank untuk Bank’s Capital Adequacy Ratio (CAR) Risiko Kredit, dan for Credit Risk, Risiko Operasional 22.11% 18.40% and Operational Risk Rasio KPMM Bank untuk Risiko Bank’s Capital Adequacy Ratio (CAR) Kredit, Risiko Pasar for Credit Risk, Market Risk dan Risiko Operasional 22.09% 18,24% and Operational Risk Rasio KPMM yang diwajibkan 9.98% 9.99% Minimum CAR Berdasarkan profil risiko Bank pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, yaitu satisfactory , maka CAR minimum pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, ditetapkan sebesar 9% sampai dengan kurang dari 10%. Based on the risk profile as of 31 December 2021 and 2020, which is satisfactory, the minimum CAR as of 31 December 2021 and 2020, was determined at 9% to less than 10%. Selain wajib membentuk modal inti dan modal pelengkap, Bank wajib untuk memenuhi Countercyclical Buffer yang ditetapkan dalam kisaran 0% sampai dengan 2,5% dari ATMR sesuai dengan POJK No. 21/POJK.03/2014 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum Syariah. In addition to provide core capital and supplementary capital, the Bank is required to provide Countercyclical Buffer ranging from 0% to 2.5% of RWA based on POJK regulation (POJK) No. 21/POJK.03/2014 regarding the Minimum Required Capital Adequacy Ratio of Sharia Bank. Hasil penilaian menunjukan bahwa Bank mampu untuk memenuhi KPMM sesuai dengan profil risiko dan mampu memenuhi ketentuan tambahan modal ( buffer ). The assessment result shows that Bank has met the Minimum CAR in accordance to its risk profile, and met additional capital buffer requirement. b. Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 rasio Non-Performing Financing (NPF) bruto dan bersih masing-masing adalah sebagai berikut: b. As of 31 December 2021 and 2020, ratio of Non-Performing Financing (NPF) gross and net, respectively, are as follows: 2021 2020 *) NPF - Bruto 2.93% 2.88% NPF - Gross NPF - Bersih 0.87% 1.12% NPF – Net *) Disajikan kembali, lihat Catatan 53 *) Restated, see Note 53

RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5