189 LAPORAN TAHUNAN 2022 PT BANK SYARIAH INDONESIA Tbk Tata Kelola Perusahaan Penunjang Bisnis Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Di tengah tekanan inflasi maupun rantai pasok global, lembaga pemeringkat kredit Fitch Ratings kembali mempertahankan peringkat (rating) kredit Indonesia pada posisi BBB, dengan outlook stable. Afirmasi ini merupakan salah satu bentuk pengakuan atas stabilitas makroekonomi dan prospek ekonomi Indonesia ke depan, di tengah situasi global yang mengalami peningkatan risiko dan ketidakpastian. Selain itu, ekonomi Indonesia juga terus melanjutkan kinerja pertumbuhan positif dengan kisaran di atas 5% setiap triwulan. Hingga akhir tahun, perekonomian Indonesia tumbuh positif 5,31% (YoY). ANALISIS INDUSTRI PERBANKAN NASIONAL DAN SYARIAH Kinerja industri perbankan sepanjang tahun 2022 menunjukkan resiliensi, yang ditunjukkan oleh fungsi intermediasi yang tetap baik dan risiko kredit yang terkendali di masa pandemi Covid-19. Total Aset perbankan menyentuh Rp11.316 triliun pada Desember 2022, atau tumbuh 9,89% YoY. Sementara itu, total Dana Pihak Ketiga (DPK) naik Rp686 triliun, atau tumbuh 9,02% YoY sejalan dengan preferensi masyarakat yang menyimpan asetnya pada produk perbankan akibat ketidakpastian kondisi pandemi di Indonesia. Penyaluran kredit tetap tumbuh, tercermin dari kenaikan penyaluran kredit nasional sebesar Rp670 triliun atau tumbuh 11,36% YoY. Kembali meningkatnya penyaluran kredit tersebut didukung pulihnya aktivitas ekonomi masyarakat sejalan dengan pelonggaran pembatasan mobilitas yang disertai pemberian insentif oleh pemerintah dan regulator lain seperti Bank Indonesia dalam mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional. Sampai dengan Desember 2022, pemerintah telah menyalurkan dana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp396,7 triliun atau 87,1% dari alokasi Rp455,62 triliun, yang sebagian di antaranya disalurkan melalui perbankan melalui skema subsidi margin serta penjaminan pada program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Di sisi lain, tingkat kesehatan perbankan tetap terjaga sejalan dengan efisiensi dalam mendukung keberlanjutan bisnis di masa pandemi. Rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) berada di level 25,6% pada Desember 2022, atau di atas ketentuan minimum BASEL III yaitu 10%. Di sisi lain, rasio likuiditas (AL/DPK) tetap stabil, yakni sebesar 31,2%. Sementara itu, rasio efisiensi perbankan tetap baik tercermin dari rasio Biaya Operasional/Pendapatan Operasional (BO/PO) sebesar 78,64% atau lebih rendah dibandingkan posisi akhir tahun 2021 yang mencapai 83,42%. Rasio kualitas pembiayaan tetap terjaga didukung dengan insentif restrukturisasi pembiayaan yang diberikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada masa pandemi Covid-19. Rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) tercatat sebesar 2,4% (gross) atau 0,7% (net). Kinerja industri perbankan yang positif di tahun 2021, tidak lepas dari dukungan perkembangan industri perbankan syariah nasional. Merger Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah dan BRI Syariah menjadi PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) pada Februari 2021 menjadi salah satu pendorong kinerja industri perbankan Syariah. Konsolidasi ketiga bank syariah anak usaha BUMN tersebut menghasilkan bank syariah yang masuk ke jajaran 10 besar bank nasional. Merger tersebut juga mengubah landscape industri perbankan syariah, di mana BSI menguasai 38% marketshare perbankan syariah nasional dengan aset sebesar Rp305,73 triliun sampai dengan akhir Desember 2022. Total Aset perbankan syariah menyentuh level Rp802,2 triliun pada Desember 2022, atau tumbuh 15,6% YoY. Penghimpunan dana juga mencatat kinerja positif. DPK perbankan syariah naik Rp71 triliun ke level Rp619,5 triliun pada Desember 2022, atau tumbuh 12,9% YoY sejalan dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap produk perbankan syariah didukung peningkatan infrastruktur dan layanan akses digitalisasi. Pangsa pasar DPK perbankan syariah terhadap DPK perbankan nasional tercatat menyentuh level 7,5%. Sementara dari sisi pembiayaan, penyaluran pembiayaan naik Rp84 triliun dan menyentuh level Rp505,9 triliun pada Desember 2022, atau tumbuh 19,9% YoY. Pangsa pasar pembiayaan perbankan syariah terhadap perbankan nasional tercatat sebesar 7,7%. Tingkat kesehatan perbankan syariah terjaga dengan baik di masa pandemi Covid-19. Rasio CAR tercatat sebesar 26,28% pada Desember 2022 melebihi rata-rata industri nasional. Begitu pula halnya dengan rasio efisiensi perbankan syariah lebih baik dibandingkan nasional. Rasio Biaya Operasional/Pendapatan Operasional (BO/ PO) tercatat sebesar 77,48% pada Desember 2022, atau lebih baik dibandingkan rasio BOPO industri perbankan nasional. Sementara itu, kualitas pembiayaan perbankan syariah juga menunjukkan kinerja yang positif. Tingkat rasio Non Performing Financing (NPF) gross membaik dari 2,70% di akhir 2021 menjadi 2,41% di Desember 2022 atau lebih baik dibandingkan industri perbankan nasional.
RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5