Laporan Tahunan 2022

196 LAPORAN TAHUNAN 2022 PT BANK SYARIAH INDONESIA Tbk Analisis dan Pembahasan Manajemen Laporan Manajemen Profil Perusahaan Ikhtisar Kinerja Kinerja Segmen Hubungan Kelembagaan (Rp Juta) Uraian 2022 2021 Pertumbuhan (Rp) (%) Total DPK 77.370.904 70.662.382 6.708.521 9,49% Pendapatan Pengelolaan Dana Bersih* 498.031 471.087 26.943 5,72% Beban Usaha (67.091) (75.559) (8.468) -11,21% Laba setelah Zakat dan Pajak 331.959 289.230 42.729 14,77% * Termasuk komponen internal transfer pricing antar segmen operasi SEGMEN RITEL Segmen Ritel merupakan lini bisnis Bank Syariah Indonesia yang paling dominan dimana mencakup 72% outstanding pembiayaan yang disalurkan. Saat ini segmen ritel meliputi Small Medium Enterprise (SME), Mikro dan Konsumer A. SEGMEN SME Segmen SME melayani badan usaha swasta berbentuk badan hukum dan non badan hukum untuk tujuan produktif, pendidikan dasar dan menengah, klinik, koperasi, pola linkage, inti plasma, dan perorangan. Hingga berakhirnya tahun buku 2022, produk dan layanan yang diberikan oleh segmen usaha ini diuraikan dalam tabel berikut. Produk Uraian Investasi Fasilitas pembiayaan yang diberikan oleh BSI untuk pemenuhan kebutuhan investasi calon nasabah, baik investasi tempat usaha, kendaraan usaha atau alat-alat kebutuhan usaha. Termasuk investasi untuk pembangunan tempat usaha dan pembangunan kebun. Modal Kerja Fasilitas pembiayaan yang diberikan oleh BSI untuk pemenuhan kebutuhan modal kerja calon nasabah, baik modal kerja rekening koran, modal kerja usaha atau modal kerja berdasarkan kontrak. Termasuk modal kerja kepada lembaga keuangan seperti koperasi dan BMT. STRATEGI TAHUN 2022 1. Optimalisasi pembiayaan linkage ke sektor Lembaga Keuangan Syariah seperti BMT, KSPPS, dan koperasi syariah. 2. Mengembangkan kerangka ekosistem bisnis ritel dengan model bisnis kemitraan dengan perusahaan mitra yang berfungsi sebagai avalist dan off taker. 3. Membuka Kerjasama dengan instansi pemerintah dan Laznas yang berfungsi untuk inkubator nasabah-nasabah ritel atau UMKM baru. KINERJA Pada tahun 2022 pembiayaan segmen SME sebesar Rp18,90 triliun meningkat 3,13% atau Rp574,02 miliar dibandingkan tahun 2021. Rasio NPF mengalami perbaikan dari 4,78% di tahun 2021 menjadi 4,57% di tahun 2022. Laba bersih yang diperoleh dari segmen SME di tahun 2022 yaitu sebesar Rp77,63 miliar. Kinerja positif segmen usaha SME didorong oleh peningkatan pendapatan pengelolaan dana bersih sebesar Rp175,31 miliar. Pendapatan usaha lainnya juga mengalami kenaikan sebesar Rp30,69 miliar yaitu dari Rp27,87 miliar di tahun 2021 menjadi Rp58,56 miliar di tahun 2022. Sementara itu beban usaha dan beban CKPN sama-sama mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu yaitu masing-masing turun sebesar Rp41.35 miliar dan Rp25,25 miliar.

RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5