197 LAPORAN TAHUNAN 2022 PT BANK SYARIAH INDONESIA Tbk Tata Kelola Perusahaan Penunjang Bisnis Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Kinerja Segmen SME (Rp Juta) Uraian 2022 2021 Pertumbuhan (Rp) (%) Total Pembiayaan 18.904.947 18.330.923 574.024 3,13% NPF % 4,57% 4,78% - -0,21% Total DPK 5.389.831 5.243.328 146.504 2,79% Pendapatan Pengelolaan Dana Bersih* 905.068 729.759 175.309 24,02% Pendapatan Usaha Lainnya 58.555 27.866 30.689 110,13% Beban Usaha (336.414) (377.762) (41.349) -10,95% Beban CKPN (526.431) (551.679) (25.249) -4,58% Laba setelah Zakat dan Pajak 77.631 (125.641) 203.272 161,79% * Termasuk komponen internal transfer pricing antar segmen operasi B. SEGMEN MIKRO Segmen usaha mikro BSI hadir untuk melayani nasabah individual dan pengusaha mikro, termasuk di dalamnya penyaluran pembiayaan bersubsidi guna mendukung program pemerintah dalam memberdayakan usaha masyarakat. Kemudian, produk simpanan dan layanan perbankan lainnya bagi kebutuhan masing-masing nasabah. Per 31 Desember 2022, produk-produk dan layanan yang ditawarkan oleh segmen usaha Mikro dijelaskan dalam tabel di bawah ini. Produk Uraian BSI Usaha Mikro Pembiayaan modal kerja dan atau investasi kepada nasabah individu atau badan usaha atau kelompok yang produktif dengan atau tanpa agunan dengan margin komersial (tanpa subsidi). KUR Kredit Usaha Rakyat yang selanjutnya disingkat KUR adalah Pembiayaan Modal kerja dan/atau investasi kepada nasabah individu/perseorangan, badan usaha dan/atau kelompok usaha yang produktif dan layak namun belum memiliki agunan tambahan atau agunan tambahan belum cukup yang terdiri dari KUR. (Program Subsidi Margin dari Pemerintah). KUR Super mikro Penyaluran KUR yang diberikan kepada penerima KUR dengan jumlah sampai dengan Rp10 juta. KUR Mikro Penyaluran KUR yang diberikan kepada penerima KUR dengan jumlah di atas Rp10 juta dan paling banyak Rp50 juta. STRATEGI TAHUN 2022 1. Peningkatan kuota KUR BSI selaku penyalur program KUR. 2. Perluasan target market untuk fixed income. 3. Membina dan mengedukasi nasabah KUR dalam meningkatkan kapasitas usaha. 4. Memanfaatkan teknologi informasi untuk mengoptimalkan tenaga pemasaran, seperti penyederhanaan proses bisnis dan digitalisasi pembiayaan. 5. Mengembangkan kerjasama pembiayaan dengan skema trickle down. 6. Meningkatkan kerjasama dengan pihak ketiga dan strategic partners. KINERJA Pembiayaan segmen mikro di tahun 2022 mengalami kenaikan 15,15% dari posisi tahun 2021 yang sebesar Rp16,28 triliun menjadi Rp18,74 triliun. DPK juga mengalami pertumbuhan sebesar 2,63% atau meningkat Rp38,54 miliar dari posisi tahun 2021. Laba bersih yang diperoleh segmen mikro pada tahun 2022 sebesar Rp112,06 miliar. Peningkatan beban CKPN sebesar Rp237,37 miliar pada tahun 2022 dalam rangka membentuk cadangan yang cukup untuk mengcover risiko di kemudian hari.
RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5