207 LAPORAN TAHUNAN 2022 PT BANK SYARIAH INDONESIA Tbk Tata Kelola Perusahaan Penunjang Bisnis Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan LIABILITAS Hingga berakhirnya tahun buku 2022, total liabilitas yang dicatat oleh Bank Syariah Indonesia sebesar Rp73,66 triliun. Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp61,89 triliun, terdapat peningkatan 19,02% atau Rp11,77 triliun. Peningkatan simpanan wadiah sebesar Rp8,77 triliun dan simpanan dari Bank lain sebesar Rp2,10 triliun menjadi pendorong utama atas peningkatan Liabilitas yang dimiliki oleh Bank Syariah Indonesia. Rincian Liabilitas (Rp Juta) Uraian 2022 2021 2020* Liabilitas Segera 1.009.502 608.554 1.018.562 Bagi Hasil yang Masih Harus Dibayar 192.775 158.478 170.010 Simpanan Wadiah 66.012.257 57.247.890 60.403.583 Simpanan dari Bank Lain 2.218.697 115.938 806.560 Kewajiban Akseptasi 481.403 161.495 295.337 Utang Pajak 667.485 504.078 537.514 Estimasi Liabilitas Imbalan Kerja 689.018 836.491 908.751 Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi 28.873 17.194 20.323 Liabilitas Lain-lain 2.355.781 2.236.358 1.879.721 JUMLAH LIABILITAS 73.655.791 61.886.476 66.040.361 * Disajikan kembali Liabilitas Segera Posisi liabilitas segera pada tahun 2022 sebesar Rp1,01 triliun, naik Rp400,95 miliar dari tahun sebelumnya. Peningkatan liabilitas segera antara lain terdapat pada kewajiban transaksi ATM sebesar Rp150,61 miliar, kewajiban klaim asuransi Rp107,74 miliar, kewajiban online channel Rp75,70 miliar dan zakat bank Rp39,85 miliar. Bagi Hasil yang Belum Dibagikan Jumlah bagi hasil yang belum dibagikan pada tahun 2022 sebesar Rp192,78 miliar, lebih tinggi Rp34,3 miliar atau 21,64% dibandingkan tahun 2021 yang sebesar Rp158,48 miliar. Peningkatan terjadi pada bagi hasil deposito sebesar Rp14,64 miliar, bagi hasil atas pinjaman yang diterima Rp12,65 miliar dan bagi hasil giro Rp7,27 miliar. Simpanan Wadiah Pada tahun 2022, Bank Syariah Indonesia mencatat nilai simpanan wadiah sebesar Rp66,01 triliun meningkat 15,31% atau Rp8,76 triliun dari tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp57,25 triliun. Peningkatan terdapat pada tabungan wadiah sebesar Rp7,57 triliun, giro escrow Rp657,73 miliar dan tabungan payroll Rp375,92 miliar. Simpanan dari Bank Lain SImpanan pada Bank lain pada tahun 2022 tercatat Rp2,22 triliun meningkat Rp2,10 triliun dibandingkan dengan tahun 2021 yaitu sebesar Rp115,94 miliar. Peningkatan terutama pada Sertifikat Investasi Mudharabah Antar Bank (SIMA) sebesar Rp2,08 triliun. Kewajiban Akseptasi Kewajiban akseptasi pada tahun 2022 tercatat Rp481,40 miliar, lebih tinggi Rp319,91 miliar atau 198,09% dibandingkan tahun 2021 yang Rp161,49 miliar. Peningkatan terutama dari kewajiban akseptasi LC Usance Impor sebesar Rp312,49 miliar. Utang Pajak Pada tahun 2022 utang pajak tercatat sebesar Rp667,48 miliar atau lebih tinggi Rp163,41 miliar dibandingkan tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp504,01 miliar. Peningkatan terjadi pada kewajiban PPh 21 sebesar Rp79,94 miliar dan PPh 25/29 sebesar Rp73,96 miliar. Estimasi Libilitas Imbalan Kerja Ditahun 2022, estimasi liabilitas imbalan kerja sebesar Rp689,02 miliar turun Rp147,47 miliar dibandingkan dengan tahun 2021 yang sebesar Rp836,49 miliar. Penurunan estimasi liabilitas imbalan kerja antara lain dikarenakan perubahan asumsi aktuaria terkait tingkat diskonto, kenaikan gaji dan tingkat hasil investasi DPLK. Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi Jumlah estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi pada tahun 2022 sebesar Rp28,87 miliar naik Rp11,68 miliar dari posisi tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp17,19 miliar. Peningkatan terdapat pada penyisihan garansi bank sebesar Rp10,50 miliar dan penyisihan LC sebesar Rp1,18 mliar.
RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5