Laporan Tahunan 2022

Laporan Manajemen Analisis dan Pembahasan Manajemen Profil Perusahaan Ikhtisar Kinerja Melalui laporan ini, Dewan Komisaris menyampaikan laporan tugas dan tanggung jawab pengawasan Bank sejalan dengan amanah RUPS dan Anggaran Dasar, yang telah dilakukan selama tahun 2022. Atas segala pencapaian penting BSI pada tahun 2022, Dewan Komisaris memberikan apresiasi kepada Direksi dan jajaran di bawahnya atas kerja keras yang telah dipersembahkan. Kerja sama Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah dan Direksi juga berjalan padu, sehingga mampu memenuhi ekspektasi para pemangku kepentingan, memberikan manfaat bagi perekonomian nasional serta menjadi katalisator bagi ekosistem syariah. PANDANGAN TERHADAP KONDISI EKONOMI DAN INDUSTRI Dewan Komisaris menyadari bahwa situasi perekonomian yang harus dihadapi BSI pada tahun 2022 penuh dengan tantangan. Di saat pemulihan dari dampak pandemi COVID-19 sedang berlangsung, dunia global dihadapkan oleh dinamika geopolitik, yaitu perang Rusia dan Ukraina. Dalam catatan Bank Indonesia (BI), perkembangan geopolitik itu berdampak pada meningkatnya risiko resesi dan inflasi yang tinggi. Perang telah mengakibatkan terganggunya rantai pasok di tingkat global. Lonjakan harga komoditas tak terhindarkan, sehingga menimbulkan inflasi tinggi, termasuk di Indonesia. Dalam kondisi seperti itu, bank sentral di banyak negara merespons dengan kenaikan suku bunga acuan, termasuk Indonesia. Bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed termasuk yang paling agresif, dengan menaikkan suku bunga acuan hingga mencapai 425 basis points (bps) selama tahun 2022, dari di kisaran 0,25-0,50%, menjadi 4,25-4,50 di akhir Desember 2022. Pengetatan kebijakan moneter yang agresif di negara maju menyebabkan perlambatan perekonomian dari sisi permintaan. Bahkan dalam analisisnya, BI berpandangan bahwa kondisi pasar keuangan global juga mengalami ketidakpastian. Perkembangan di tingkat global tersebut berdampak kepada penguatan kurs dolar dan pelemahan rupiah. Sekaligus untuk menekan inflasi, BI pun menaikkan suku bunga acuan hingga 200 bps, dari 3,50% menjadi 5,50% selama tahun 2022. Bagi perbankan, termasuk BSI, kenaikan suku bunga acuan tersebut menimbulkan tambahan pada biaya perolehan dana (cost of fund) perbankan serta mengetatnya likuiditas di pasar. Namun, pulihnya konsumsi domestik masih menjadi pendorong pertumbuhan bisnis perbankan, sehingga ekspansi pembiayaan tetap tumbuh positif. Kendati demikian, industri perbankan baik secara nasional maupun syariah, telah menunjukan ketangguhannya dalam menghadapi dinamika yang terjadi. Hal ini tercermin pada pertumbuhan indikator keuangan antara lain total aset perbankan nasional menyentuh Rp11.073 triliun pada November 2022, atau tumbuh 9,68% (yoy). Total Dana Pihak Ketiga (DPK) naik Rp662 triliun atau tumbuh 8,89% (yoy). Penyaluran kredit juga meningkat Rp657 triliun atau 11,27% (yoy). Begitu juga dengan industri perbankan syariah. Total asetnya naik Rp94 triliun dan menyentuh level Rp756,3 triliun pada November 2022, atau tumbuh 14,2% (yoy). Sedangkan DPK yang berhasil dihimpun naik Rp71 triliun ke level Rp594,5 triliun, tumbuh 13,5% (yoy), sejalan dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap produk perbankan syariah yang didukung peningkatan infrastruktur dan layanan akses digitalisasi. Dari aspek pembiayaan, tercatat pada November 2022 pembiayaan bank syariah melesat 23,5% YoY. Kualitas pembiayaan perbankan syariah juga menunjukkan kinerja positif. Tingkat rasio Non Performing Financing (NPF) gross membaik dari 2,70% di akhir 2021 menjadi 2,55% di November 2022 dan lebih rendah dari industri perbankan nasional. PENILAIAN KINERJA DIREKSI Dasar Penilaian Dewan Komisaris melakukan penilaian kinerja Direksi berdasarkan Key Performance Indicators (KPI) Direksi baik secara individu maupun kolegial dan berdasarkan Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun 2022. Selain itu, Dewan Komisaris juga mempertimbangkan dinamika eksternal yang dihadapi terutama kondisi perekonomian dan industri keuangan termasuk perbankan syariah. 42 LAPORAN TAHUNAN 2022 PT BANK SYARIAH INDONESIA Tbk

RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5