Tata Kelola Perusahaan Penunjang Bisnis Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Harus diakui bahwa kondisi tahun 2022 dilalui dengan penuh tantangan. Dalam menghadapi situasi tersebut, setidaknya ada 5 (lima) fokus Direksi yang menjadi perhatian Dewan Komisaris dalam merespon perkembangan yang terjadi. Pertama, pertumbuhan pembiayaan dan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang sehat dan berkelanjutan. Kedua, mendorong profitabilitas melalui pertumbuhan dana murah (Currrent Account Saving Account/CASA), peningkatan Fee Based Income (FBI), dan pertumbuhan produktivitas cabang. Ketiga, meningkatkan kapabilitas digital melalui Superapps Mobile Banking dan mendorong pertumbuhan Islamic Ecosystem. Keempat, melakukan penguatan fundamental seperti teknologi informasi dan digital, manajemen risiko, Sumber Daya Manusia (SDM) serta operational excellence. Kelima, peningkatan kapabilitas Wholesale Transaction dan kolaborasi dengan Ritel. Inisiatif-inisiatif tersebut telah memberikan dampak positif bagi BSI. Hasil Penilaian Dengan mempertimbangkan dasar penilaian tersebut, Dewan Komisaris memandang bahwa Direksi telah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan sangat baik sepanjang tahun 2022. Dewan Komisaris memberikan apresiasi terhadap upaya-upaya yang dilakukan oleh Direksi dalam rangka pencapaian target keuangan yang tertuang dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun 2022. Keberhasilan pencapaian target ekspansi bisnis ini memberikan imbas positif terhadap target profitabilitas. Di antaranya, Bank berhasil mencatatkan laba bersih mencapai Rp4,3 triliun, tumbuh 40,68% dibandingkan tahun sebelumnya. Indikator profitabilitas lainnya yang bergerak positif, misalnya Return on Asset (RoA) yang meningkat dari 1,61% tahun 2021 menjadi 1,98% di tahun 2022. Begitu juga dengan Return on Equity (RoE) yang tercatat sebesar 16,84% mampu melebihi target yang telah ditetapkan, serta meningkat dari posisi tahun lalu sebesar 13,71%. Peningkatan rasio profitabilitas didukung kemampuan BSI meningkatkan pertumbuhan pembiayaan secara year on year (yoy) sebesar 21,26%. Pencapaian tersebut di atas kinerja perbankan sebesar 11,35% (yoy). Pertumbuhan pembiayaan juga tercermin dengan peningkatan Financing to Deposit Ratio (FDR) menjadi 79,37% dari tahun 2021 sebesar 73,39%. Selain itu, Direksi juga selektif dalam mengarahkan fokus pembiayaan yang memberi imbal hasil tinggi dan kualitas pembiayaan yang baik. Hal ini tercermin dengan Rasio NI (Net Imbalan) optimal di angka 6,31%, meningkat dari posisi tahun 2021 yang sebesar 6,04%. Ekspansi pertumbuhan pembiayaan diimbangi dengan terjaganya kualitas yang baik, seperti ditunjukkan oleh rasio Non Performing Financing (NPF) yang tercatat sebesar 2,42% di tahun 2022 ini membaik dari posisi tahun 2021 sebesar 2,93%. Sedangkan NPF Nett berada di angka 0,57%, lebih baik dari posisi tahun 2021 yang sebesar 0,87%. Penurunan NPF yang signifikan tersebut menunjukkan keberhasilan manajemen dalam menjaga kualitas pembiayaan, termasuk keberhasilan melakukan restrukturisasi pembiayaan sebagai akibat pandemi COVID-19 yang lalu. Begitu juga dengan Cash Coverage Ratio (NPF Coverage) dengan rasio yang tergolong cukup memadai, yaitu sebesar 183,12% pada akhir tahun 2022. Hal ini ditempuh dalam rangka mengantisipasi penurunan kualitas pembiayaan serta upaya penerapan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang baik. Rasio kualitas dan efisiensi pembiayaan tercermin juga pada rasio Financing at Risk (FaR). Pada tahun 2022, posisinya di angka 12,45%, menurun dibandingkan tahun 2021 yang mencapai 17,69% dan Cost of Financing (CoC) menurun menjadi 1,97%, dari 2,36% pada tahun 2021. Dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), Bank berhasil mencatatkan Rp261 triliun, tumbuh Rp28 triliun atau 12,11% dibandingkan tahun 2021. Pertumbuhan DPK ini dikelola dengan peningkatan pertumbuhan rasio komposisi dana murah (Current Account-Saving Account /CASA) di angka 61,57%, meningkat dari posisi tahun 2021 di angka 57,91%. 43 LAPORAN TAHUNAN 2022 PT BANK SYARIAH INDONESIA Tbk
RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5