Laporan Tahunan 2022

Laporan Manajemen Analisis dan Pembahasan Manajemen Profil Perusahaan Ikhtisar Kinerja Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi untuk menjadi yang terdepan dalam industri keuangan syariah. Sampai dengan tahun 2022, market share perbankan syariah masih mencapai kurang dari 7% dibandingkan industri perbankan Indonesia. Kehadiran BSI diharapkan dapat menjadi katalisator dan lokomotif pengembangan industri perbankan syariah Indonesia serta memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional sekaligus memberikan energi baru bagi Indonesia, terutama melalui fungsi intermediasi yang dijalankan. BSI memiliki fokus untuk tumbuh pada segmen yang sehat dan sustain dengan menggarap potensi dari ekosistem syariah, pendalaman relationship dengan nasabah wholesale untuk menjadi entry gate bisnis ritel konsumer, peningkatan kapabilitas digital, data analytics, produktivitas pegawai dan jaringan, serta penguatan risk management. Kedepannya BSI akan terus menghadirkan solusi keuangan syariah yang modern, lengkap dan universal kepada nasabah dengan melakukan positioning untuk menjadi mitra finansial, mitra sosial, dan mitra spiritual. Sebagai bentuk dukungan dan kontribusi BSI dalam menanggapi concern pemerintah yaitu net zero carbon, BSI memberikan dukungan maksimal melalui fungsi intermediasi yang telah mendapatkan apresiasi dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), regulator di bidang penjaminan dana simpanan nasabah. Pada tahun 2022, lembaga tersebut menobatkan BSI sebagai “Bank Teraktif dalam Praktik Green Banking” dalam ajang LPS Banking Awards 2022. Penghargaan ini menjadi pengakuan dari inovasi dan komitmen Bank dalam mendukung Indonesia bebas karbon pada 2060 serta mendukung penerapan keuangan berkelanjutan. BSI terus berkomitmen dalam penerapan prinsip Environmental, Social dan Governance (ESG) yang selaras dengan aspek keuangan berkelanjutan (sustainable finance). Hingga Desember 2022, Bank telah merealisasikan pembiayaan keuangan berkelanjutan sekitar Rp51,15 triliun atau 24,6% dari total pembiayaan BSI. Sedangkan dari sisi sosial, per Desember 2022 telah terhimpun dana zakat yang terdiri dari zakat korporasi (internal) sebesar Rp141,4 miliar, zakat pegawai Rp31,6 miliar, zakat nasabah & umum sebesar Rp 38,6 miliar sehingga total zakat terkumpul sebesar Rp211,7 miliar. Dalam rangka mendukung ekspansi bisnis ekosistem syariah di tingkat global, BSI memiliki kantor perwakilan yang terletak di Dubai International Financial Center (DIFC). Selain itu, BSI juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan Riyad Bank untuk menjadi mitra BSI dalam ekspansi Bisnis di Arab Saudi, di antaranya treasury, haji dan umrah, trade finance, remittance, dan lainnya. Hal ini merupakan kekuatan BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia untuk menggarap potensi pasar global serta jendela alternatif bagi investor global untuk masuk ke Indonesia, sesuai dengan visi BSI menjadi Top 10 Global Islamic Bank. Perubahan Penting pada Bank Pada akhir tahun 2022, BSI telah melakukan aksi korporasi Right Issue dengan menerbitkan 4.999.952.795 lembar saham seri B atau sekitar 10,8% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh bank. Dengan harga pelaksanaan Right Issue sebesar Rp1.000 per lembar saham, maka fresh fund yang diterima Bank sekitar Rp5 Triliun dari aksi korporasi tersebut. Aksi korporasi ini mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed sebanyak 1,4 kali. Respon yang positif dari para investor, baik domestik maupun asing menunjukkan bahwa kepercayaan stakeholders cukup tinggi terhadap Bank. Dana yang diperoleh dari hasil Right Issue ini akan semakin memperkuat struktur permodalan Bank serta ekspansi pembiayaan dan layanan keuangan syariah bagi nasabah. KONDISI PEREKONOMIAN DAN INDUSTRI Sepanjang tahun 2022, perkembangan kasus COVID-19 semakin melandai dengan tingkat kematian yang menurun dan meningkatnya pemerataan vaksinasi. Hal ini menunjukkan situasi perekonomian terus bergerak ke arah pemulihan. Namun di tahun 2022 ekonomi global mendapatkan tantangan baru sebagai akibat perang Rusia-Ukraina. Peristiwa ini tidak hanya menyebabkan lonjakan harga komoditas di sektor energi dan pangan, namun juga memicu lonjakan inflasi di tingkat global dan domestik. 54 LAPORAN TAHUNAN 2022 PT BANK SYARIAH INDONESIA Tbk

RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5