Laporan Tahunan 2022

Tata Kelola Perusahaan Penunjang Bisnis Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Salah satu yang paling agresif adalah Bank Sentral Amerika Serikat (AS) yang menaikkan suku bunga acuan hingga 425 basis points (bps) selama tahun 2022. Kebijakan ini berdampak kepada penguatan kurs dolar dan pelemahan rupiah. Di dalam negeri, naiknya harga minyak global juga menyebabkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), sehingga mendorong lonjakan inflasi yang mencapai level tertinggi 5,95% (yoy) pada September 2022. Tekanan tersebut mendorong Bank Indonesia untuk menaikkan suku bunganya hingga 200 bps selama tahun 2022. Dengan berbagai dinamika perekonomian tersebut, industri perbankan sepanjang tahun 2022 tetap tangguh. Fungsi intermediasi tetap baik dan risiko kredit terkendali. Total aset perbankan nasional menyentuh Rp11.513 triliun pada Desember 2022, tumbuh 9,89% secara tahunan (year on year/yoy). Dana Pihak Ketiga (DPK) naik Rp686 triliun menjadi Rp8.294 triliun, meningkat 9,02% (yoy). Penyaluran kredit secara nasional tumbuh 11,36% (yoy) atau naik Rp670 triliun, sehingga menjadi Rp6.567 triliun. Hal ini didukung pulihnya aktivitas ekonomi masyarakat sejalan dengan pelonggaran pembatasan mobilitas yang disertai pemberian insentif oleh pemerintah dan regulator dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional. Tingkat kesehatan perbankan juga tetap terjaga dengan baik. Capital Adequacy Ratio (CAR) berada di level 25,7% pada Desember 2022, atau di atas ketentuan minimum BASEL III, yaitu 10%. Rasio likuiditas yang ditunjukkan oleh rasio Likuiditas terhadap DPK (AL/ DPK) tetap stabil, yakni sebesar 31,2%. Perbankan juga beroperasi secara efisien, seperti tercermin dari rasio Biaya Operasional/Pendapatan Operasional (BO/PO) yang sebesar 78,64% atau lebih rendah dibandingkan posisi akhir tahun 2021 yang mencapai 83,42%. Rasio kualitas pembiayaan tetap terjaga didukung dengan insentif restrukturisasi pembiayaan yang diberikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada masa pandemi COVID-19. Rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) tercatat sebesar 2,4% (gross) atau 0,7% (net). Industri perbankan syariah juga mencatat pertumbuhan positif. Total asetnya pada Desember 2022 naik Rp108 triliun atau tumbuh 15,6% (yoy), menjadi Rp802,3 triliun. Pada periode yang sama, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan syariah bertambah Rp71 triliun atau tumbuh 12,9% (yoy) ke level Rp619,5 triliun pada Desember 2022. Hal ini terjadi sejalan dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap produk perbankan syariah yang didukung peningkatan infrastruktur dan layanan akses digitalisasi. Tingkat kesehatan perbankan syariah terjaga dengan baik di masa pandemi COVID-19. Rasio CAR sebesar 26,28% pada Desember 2022, lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri nasional. Namun demikian, rasio efisiensi perbankan syariah lebih baik dibandingkan nasional. Rasio BOPO tercatat 77,48% pada Desember 2022, lebih rendah dibandingkan rasio BOPO industri perbankan nasional. Sementara kualitas pembiayaan perbankan syariah juga menunjukkan kinerja positif. Tingkat rasio Non Performing Financing (NPF) gross membaik dari 2,70% di akhir 2021 menjadi 2,41% di Desember 2022 dan lebih rendah dari industri perbankan nasional. KINERJA USAHA TAHUN 2022 Kebijakan dan Strategi 2022 Sepanjang tahun 2022 yang dinamis dan penuh tantangan, BSI mampu menunjukkan kinerja yang baik, pertumbuhan bisnis sehat dan sustain, profitabilitas yang baik, serta kualitas kinerja yang terjaga. Fokus strategi BSI di tahun 2022 adalah sebagai berikut: 1. Penguatan segmen usaha Wholesale dan Transactional Banking, dengan fokus meningkatkan customer based dan deepening relationship dengan nasabah melalui pengembangan kapabilitas transactional banking, organisasi, dan human capital. 2. Penguatan Ritel Banking, melalui fokus pengembangan kerja sama bisnis, penajaman business model, digitalisasi, dan perbaikan business process. 3. Akselerasi kapabilitas digital, melalui peningkatan mobile capability, penguatan data analytic, peningkatan stabilitas sistem, dan fokus pada user experience. 55 LAPORAN TAHUNAN 2022 PT BANK SYARIAH INDONESIA Tbk

RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5