Laporan Tahunan 2022

PT BANK SYARIAH INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2022 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2022 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) Halaman - 141 - Page 45. INFORMASI PENTING LAINNYA (lanjutan) 45. OTHER SIGNIFICANT INFORMATION (continued) Selain wajib membentuk modal inti dan modal pelengkap, Bank wajib untuk memenuhi Countercyclical Buffer yang ditetapkan dalam kisaran 0% sampai dengan 2,5% dari ATMR sesuai dengan POJK No. 21/POJK.03/2014 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum Syariah. In addition to provide core capital and supplementary capital, the Bank is required to provide Countercyclical Buffer ranging from 0% to 2.5% of RWA based on POJK regulation No. 21/POJK.03/2014 regarding the Minimum Required Capital Adequacy Ratio of Sharia Bank. Hasil penilaian menunjukan bahwa Bank mampu untuk memenuhi KPMM sesuai dengan profil risiko dan mampu memenuhi ketentuan tambahan modal (buffer). The assessment result shows that the Bank has met the Minimum CAR in accordance with its risk profile and met additional capital buffer requirement. b. Pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 rasio Non-Performing Financing (”NPF”) bruto dan bersih masing-masing adalah sebagai berikut: b. As at 31 December 2022 and 2021, ratio of Non-Performing Financing (”NPF”) gross and net, respectively, are as follows: 2022 2021 NPF - Bruto 2.42% 2.93% NPF - Gross NPF - Bersih 0.57% 0.87% NPF - Net c. Rasio piutang, pembiayaan dan pinjaman usaha kecil terhadap jumlah piutang, pembiayaan dan pinjaman syariah yang diberikan Bank adalah sebesar 20,19% dan 23,11% masing-masing pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021. c. The ratio of small business receivables, financing and funds to total sharia receivables, financing and funds are 20.19% and 23.11% as at 31 December 2022 and 2021, respectively. d. Jumlah piutang, pembiayaan dan pinjaman yang diberikan yang telah direstrukturisasi oleh Bank sampai dengan tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 yang dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan masingmasing adalah sebesar Rp23.229.777 dan Rp27.744.179. d. Receivables, financing and funds that have been restructured by the Bank 31 December 2022 and 2021 which are reported to the Financial Service Authority amounted to Rp23,229,777 and Rp27,744,179, respectively. Jumlah pembiayaan yang direstrukturisasi akibat COVID-19 berdasarkan Peraturan OJK No. 11/POJK.03/2020 sampai dengan 31 Desember 2022 dan 2021 sebesar: Total amount of restructured financing related COVID-19 based on OJK Regulation No. 11/POJK.03/2020 until 31 December 2022 and 2021 amounted to: 2022 2021 Lancar 12,352,835 15,785,699 Current Dalam Perhatian Khusus 834,982 871,531 Special Mention Kurang Lancar 608,694 454,182 Substandard Diragukan 357,398 340,995 Doubtful Macet 470,109 282,552 Loss Jumlah 14,624,018 17,734,959 Total Skema restrukturisasi dilakukan dengan perpanjangan jangka waktu, penjadwalan kembali dan penambahan plafon pembiayaan bagi debitur. Restructuring scheme involves extension of receivables/financing maturity date, rescheduling and additional plafond of debtor’s receivables/financing. e. Dalam laporan Batas Maksimum Penyaluran Dana dan Penyaluran Dana Besar ("BMPD") kepada Otoritas Jasa Keuangan pada tanggal 31 Desember 2022 tidak terdapat piutang, pembiayaan dan pinjaman pihak terkait yang melampaui ketentuan BMPD dan pada tanggal 31 Desember 2021 terdapat piutang, pembiayaan dan pinjaman pihak terkait yang melampaui ketentuan sebesar 0,51% yang melampaui ketentuan BMPD. e. Based on the Maximum Limit for Distribution of Funds and Distribution of Large Funds (“BMPD”) to the Financial Services Authority as at 31 December 2022 there are no receivables, financing and funds related parties which exceeded the BMPD Regulation and as at 31 December 2021 there are receivables, financing and funds related parties which exceeded the regulation of 0.51% which violated or exceeded the BMPD Regulation.

RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5