Tinjauan Ekonomi dan Industri Peningkatan kinerja BSI pada tahun 2023, terutama dari sisi laba yang tumbuh 33,88%, ditopang oleh pencapaian yang signifikan dari seluruh segmen usaha. ANALISIS PEREKONOMIAN GLOBAL Pemulihan perekonomian global 2023 terus berlangsung meski tidak secepat prakiraan awal sejalan dengan tingkat suku bunga yang higher for longer serta ketidakpastian yang meningkat akibat ketegangan geopolitik. Pemulihan ekonomi global terus berjalan sejak awal tahun 2023 sejalan dengan dilonggarkannya mobilitas seiring berakhirnya pandemi COVID-19. Perekonomian Amerika Serikat (AS) terus mengalami perbaikan ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan sektor jasa domestik sehingga turut mendorong pemulihan ekonomi global. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Tiongkok tidak sebesar prakiraan awal didorong berlanjutnya krisis di sektor propertinya, meski dalam tren yang membaik. Supply chain disruption terus berkurang meski sanksi terhadap Rusia dilanjutkan. Perbaikan supply chain mendorong normalisasi harga komoditas meski tertahan oleh peningkatan ketidakpastian global akibat konflik Rusia-Ukraina yang terus berlanjut dan eskalasi konflik Israel-Hamas di akhir Q3 2023. Selain itu, penurunan harga minyak juga tertahan akibat pemangkasan produksi minyak oleh OPEC pada Maret 2023 yang diprakirakan terus akan berlanjut dengan pemangkasan sukarela hingga 2024. Selain itu, El Nino yang terjadi sejak pertengahan tahun 2023 turut memengaruhi hasil panen yang berdampak pada terjadinya peningkatan harga pangan global. Peningkatan harga pangan global juga diperparah oleh larangan ekspor beras hingga akhir 2023 oleh India, sebagai negara penghasil beras terbesar. Kondisi tersebut berdampak pada potensi melambatnya penurunan inflasi global yang juga diiringi oleh kondisi pasar tenaga kerja di AS dan Eropa yang masih relatif ketat. Dengan kondisi tersebut, bank sentral global merespon dengan menaikkan suku bunga acuannya sehingga suku bunga acuan global bertahan di level yang tinggi. Kenaikan suku bunga acuan, terutama di negara maju, diantaranya AS dan Eropa, diharapkan dapat menurunkan tingkat inflasi ke target bank sentral meski di sisi lain berdampak pada tertahannya pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, inflasi di negara berkembang termasuk Indonesia turun lebih cepat, sehingga kenaikan suku bunga acuan pada 2023 tidak seagresif negara maju. Hal tersebut berdampak pada menyempitnya interest rate spread. Selain itu, kondisi tingkat suku bunga acuan di negara maju diprakirakan akan bertahan lama, yang diikuti pula oleh kenaikan yield obligasi pemerintah negara maju, khususnya AS (US Treasury). Kondisi tersebut mendorong pembalikan arus modal dari emerging markets ke negara maju, sehingga mendorong penguatan Dollar Index. Di sisi lain, stabilitas sistem keuangan global, terutama AS, juga sempat menjadi perhatian publik selama 2023. Kolapsnya Sillicon Valley Bank (SVB) dan isu plafon utang AS berdampak pada turunnya rating surat utang AS meski risiko gagal bayar utang AS berhasil dihindari. Selain itu, deklarasi kebangkrutan Evergrande, perusahaan properti di Tiongkok, juga turut menjadi perhatian bagi stabilitas keuangan global. Namun demikian, Pemerintah negara terkait merespon kondisi tersebut dengan baik sehingga tidak berdampak krisis. LAPORAN TAHUNAN 2023 PT BANK SYARIAH INDONESIA Tbk 152 Ikhtisar Kinerja Analisis dan Pembahasan Manajemen Laporan Manajemen Profil Perusahaan
RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5