Laporan Tahunan 2023

Tagihan Akseptasi-Neto Tagihan akseptasi-neto yang dimiliki oleh Bank Syariah Indonesia pada tahun 2023 yaitu sebesar Rp426,92 miliar, yang terdiri dari tagihan akseptasi SKBDN Usance Impor sebesar Rp344,94 miliar dan tagihan akseptasi SKBDN Usance Ekspor sebesar Rp81,97 miliar. Secara year on year (yoy), tagihan akseptasi-neto turun 10,42% atau Rp49,67 miliar dibandingkan tahun 2022 yang sebesar Rp476,59 miliar. Piutang-Neto Bank Syariah Indonesia pada tahun 2023 mencatatkan nilai piutang-neto sebesar Rp132,36 triliun, meningkat 9,66% atau Rp11,66 triliun bila dibandingkan dengan tahun 2022 yang tercatat senilai Rp120,70 triliun. Sektor ekonomi yang mengalami peningkatan terbesar yaitu sektor konsumer sebesar Rp8,11 triliun dan sektor pertanian sebesar Rp1,72 triliun. Pinjaman Qardh-Neto Pinjaman qardh-neto tercatat mengalami kenaikan 18,29% atau Rp1,62 triliun, dari Rp8,87 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp10,49 triliun di tahun 2023. Sektor konsumer dan industri menjadi sektor ekonomi dengan peningkatan terbesar yaitu masing-masing sebesar Rp1,17 triliun dan Rp402,57 miliar. Pembiayaan Mudharabah-Neto Pada tahun 2023 Pembiayaan mudharabah-neto sebesar Rp1,83 triliun, naik 82,81% atau Rp829,70 miliar dibandingkan tahun 2022 yang sebesar Rp1 triliun. Peningkatan terutama dari sektor perantara keuangan yang meningkat sebesar Rp783 miliar. Pembiayaan Musyarakah-Neto Pembiayaan musyarakah-neto pada tahun 2023 mencapai Rp83,76 triliun, meningkat 26,04% atau Rp17,31 triliun dibandingkan dengan tahun 2022 yang sebesar Rp66,45 triliun. Peningkatan didominasi dari sektor ekonomi konsumer dengan peningkatan sebesar Rp8,76 triliun, sektor pengangkutan Rp2,89 triliun, dan sektor konstruksi Rp2,60 triliun. Aset yang Diperoleh untuk Ijarah-Neto Aset yang diperoleh untuk ijarah-neto pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp 2,19 triliun, naik 47,52% atau Rp705,53 miliar dibandingkan tahun 2022 yang sebesar Rp1,48 triliun. Peningkatan terutama dari sektor konstruksi yang tumbuh sebesar Rp915 miliar. Aset Tetap dan Aset Hak Guna-Neto Pada tahun 2023, total aset tetap dan aset hak gunaneto Bank tercatat sebesar Rp5,35 triliun. Apabila dibandingkan dengan tahun 2022, aset tetap dan aset hak guna neto mengalami penurunan sebesar 0,80% atau Rp43,17 miliar. Penurunan terutama dari Aset Hak Guna-Neto sebesar Rp77,45 miliar, namun di sisi lain terdapat peningkatan di Aset Tetap-Neto sebesar Rp34,28 miliar. Aset Tidak Berwujud-Neto Aset tidak berwujud-neto mengalami peningkatan yaitu dari Rp 258,69 miliar di tahun 2022 menjadi Rp 1,13 triliun di tahun 2023. Standardisasi piranti lunak komputer selama tahun 2023 menjadi faktor utama peningkatan aset tidak berwujud-neto. Aset Pajak Tangguhan Aset pajak tangguhan tercatat Rp1,67 triliun di tahun 2023 atau turun sebesar Rp 9,41 miliar bila dibandingkan dengan tahun 2022. Penurunan nilai liabilitas sewa dan kewajiban imbalan kerja menjadi faktor penurunan nilai aset pajak tangguhan. Aset Lain-lain-Neto Total aset lain-lain-neto di tahun 2023 tercatat sebesar Rp3,25 triliun, meningkat Rp885,92 miliar dibandingkan tahun 2022 yang sebesar Rp2,37 triliun. Peningkatan aset lain-lain-neto terutama pada peningkatan biaya dibayar dimuka sebesar Rp453,53 miliar dan tagihan kepada pihak ketiga sebesar Rp192,86 miliar. LIABILITAS Total liabilitas yang dicatat oleh Bank Syariah Indonesia pada akhir periode 2023 yaitu sebesar Rp87,22 triliun. Nilai tersebut mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan tahun 2022, yaitu meningkat sebesar Rp13,57 triliun. Faktor utama peningkatan liabilitas Bank di tahun 2023 yaitu adanya Liabilitas kepada Bank Indonesia sebesar Rp11,90 triliun, selain itu simpanan wadiah mengalami peningkatan sebesar Rp1,86 triliun dibandingkan dengan tahun lalu pada periode yang sama. TINJAUAN KINERJA KEUANGAN LAPORAN TAHUNAN 2023 PT BANK SYARIAH INDONESIA Tbk 170 Ikhtisar Kinerja Analisis dan Pembahasan Manajemen Laporan Manajemen Profil Perusahaan

RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5