Rincian Liabilitas (Rp Juta) Uraian 2023 2022 2021 Liabilitas Segera 1.316.067 1.009.502 608.554 Bagi Hasil yang Belum Dibagikan 255.932 192.775 158.478 Simpanan Wadiah 67.873.898 66.012.257 57.247.890 Simpanan dari Bank Lain 1.761.301 2.218.697 115.938 Liabilitas kepada Bank Indonesia 11.900.055 - - Kewajiban Akseptasi 431.228 481.403 161.495 Utang Pajak 539.042 667.485 504.078 Estimasi Liabilitas Imbalan Kerja 667.264 689.018 836.491 Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi 32.017 28.873 17.194 Liabilitas Lain-lain 2.446.107 2.355.781 2.236.358 JUMLAH LIABILITAS 87.222.911 73.655.791 61.886.476 Liabilitas Segera Pada tahun 2023 posisi liabilitas segera sebesar Rp1,32 triliun, mengalami peningkatan Rp306,57 miliar dari tahun 2022 yang sebesar Rp1,01 triliun. Komponen liabilitas segera yang mengalami peningkatan antara lain kewajiban transaksi ATM sebesar Rp137,76 miliar, kewajiban online channel Rp120,48 miliar dan zakat Bank Rp48,33 miliar. Bagi Hasil yang Belum Dibagikan Jumlah bagi hasil yang belum dibagikan posisi tahun 2023 sebesar Rp255,93 miliar. Dibandingkan dengan posisi tahun 2022, nilai tersebut mengalami peningkatan 32,76% atau sebesar Rp63,16 miliar. Peningkatan tersebut seiring dengan tumbuhnya dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun oleh Bank dan peningkatan Deposito Mudharabah di tahun 2023. Simpanan Wadiah Simpanan wadiah yang diperoleh Bank pada tahun 2023 mencapai Rp67,87 triliun, meningkat 2,82% atau Rp1,86 triliun dari tahun 2022 yang sebesar Rp66,01 triliun. Peningkatan didorong oleh pertumbuhan Tabungan Wadiah sebesar Rp2,81 triliun, sementara itu untuk Giro Wadiah mengalami penurunan sebesar Rp950,33 miliar. Simpanan dari Bank Lain Simpanan pada Bank lain pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp1,76 triliun, turun 20,62% atau Rp457,40 miliar dibandingkan dengan tahun 2022 yang sebesar Rp2,22 triliun. Penurunan terutama dari Sertifikat Investasi Mudharabah Antarbank (SIMA) sebesar Rp446,82 miliar. Kewajiban Akseptasi Posisi kewajiban akseptasi pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp431,23 miliar, yang terdiri dari kewajiban akseptasi SKBDN Usance Impor sebesar Rp348,43 miliar dan kewajiban akseptasi SKBDN Usance Ekspor sebesar Rp82,80 miliar. Secara year on year (yoy), kewajiban akseptasi turun 10,42% atau Rp50,17 miliar dibandingkan tahun 2022 yang sebesar Rp481,40 miliar. Utang Pajak Pada tahun 2023 utang pajak tercatat sebesar Rp 539,04 miliar, turun Rp128,44 miliar dibandingkan tahun 2022 yang tercatat sebesar Rp667,48 miliar. Penurunan terutama dari Utang Pajak Penghasilan pasal 29 sebesar Rp176,62 miliar. Di sisi lain terdapat peningkatan utang pajak pasal 4 ayat 2 dan pasal 21 masing-masing sebesar Rp23,38 miliar dan Rp12,64 miliar. Estimasi Liabilitas Imbalan Kerja Posisi estimasi liabilitas imbalan kerja pada tahun 2023 mengalami penurunan sebesar Rp21,76 miliar atau 3,16% dibandingkan dengan tahun 2022. Pada tahun 2023 posisi estimasi liabilitas imbalan kerja sebesar Rp667,26 miliar sedangkan pada tahun 2022 posisi estimasi liabilitas imbalan kerja sebesar Rp689,02 miliar. Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi Jumlah estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi pada tahun 2023 sebesar Rp32,02 miliar, naik 10,89% atau Rp3,15 miliar dari posisi tahun 2022 yang tercatat sebesar Rp28,87 miliar. Penyisihan penghapusan piutang LC meningkat Rp1,84 miliar dan penyisihan penghapusan Garansi yang diberikan juga meningkat sebesar Rp1,31 miliar. LAPORAN TAHUNAN 2023 PT BANK SYARIAH INDONESIA Tbk 171 Tinjauan Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan
RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5