PANDANGAN TERHADAP KONDISI EKONOMI DAN INDUSTRI Perjalanan usaha BSI pada tahun 2023 diwarnai oleh perlambatan pemulihan ekonomi di tingkat global. Seperti disampaikan Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) dalam laporannya “World Economic Outlook” edisi Oktober 2023, pemulihan ekonomi global dari dampak pandemi COVID-19 dan invasi Rusia ke Ukraina cenderung lambat. Bahkan tidak merata antarnegara. Di awal tahun 2023, sempat terjadi pertumbuhan yang tinggi, namun tidak berlangsung lama. Memasuki kuartal-kuartal berikutnya, perekonomian global kembali melambat. Karena itu, IMF memperkirakan, pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2023 hanya sampai 3,0%, lebih rendah dari pencapaian tahun 2022 yang sebesar 3,5%. Perekonomian negara maju masih mengalami tekanan. Pada tahun ini, pertumbuhannya diperkirakan hanya 1,5%. Sedangkan untuk negara-negara berkembang dan emerging, proyeksinya sedikit melambat, yakni 4,0%, dari 4,1% pada tahun 2022. Sementara untuk inflasi global, IMF memperkirakan bakal terus turun, dari 8,7% pada 2022 menjadi 6,9% di tahun 2023. Inflasi yang masih cenderung tinggi ini membuat bank sentral Amerika Serikat, yakni Federal Reserve (The Fed) merespons dengan menaikkan suku bunga acuannya hingga mencapai 5,50%, yang menurut Bloomberg tertinggi sejak tahun 2001. Kebijakan yang dikeluarkan oleh The Fed tersebut ikut mendorong negara-negara lain menaikkan suku bunga acuan, termasuk Indonesia. Sepanjang tahun 2023, Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan, yaitu BI 7-day (Reverse) Repo Rate dari 5,75% menjadi 6,00% sebagai upaya meredam tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi di dalam negeri. Di tengah kondisi perekonomian yang masih dinamis tersebut, daya tahan perekonomian Indonesia tampak masih kuat. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi 2023 mencapai 5,05%, walaupun sedikit melambat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 5,31%. Konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama perekonomian nasional, dengan kontribusi 53,18%, dan tumbuh 4,82%. Sedangkan inflasi pada tahun 2023, menurut catatan Bank Indonesia, ada di posisi yang rendah, yakni 2,61%. Kondisi tersebut lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 5,5%. Seiring dengan kondisi perekonomian Indonesia yang stabil, kinerja perbankan nasional juga tumbuh positif. Asetnya menyentuh Rp11.984 triliun pada Desember 2023, tumbuh 5,91% secara tahunan (year on year/yoy). Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 3,82% (yoy) atau sebesar Rp8.611triliun dan penyaluran kredit juga meningkat 10,37% (yoy) atau sebesar 7.248 triliun di akhir tahun 2023. Tingkat kesehatan perbankan juga tetap terjaga dengan baik. Capital Adequacy Ratio (CAR) berada di level 27,65% pada Desember 2023, atau di atas ketentuan minimum BASEL III, yaitu 10%. Kondisi yang sama terjadi pada industri perbankan syariah, yang asetnya per Desember 2023 tumbuh 11,21% (yoy), naik Rp89,9 triliun menjadi Rp892,2 triliun. Pada periode yang sama, DPK meningkat 10,49% (yoy) ke level Rp684,5 triliun. Hal ini terjadi sejalan dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap produk perbankan syariah yang didukung peningkatan infrastruktur dan layanan akses digital. Tingkat kesehatan perbankan syariah sangat baik, dengan rasio CAR sebesar 25,41% pada Desember 2023, lebih rendah dibandingkan rata-rata industri nasional. Dari sisi kualitas pembiayaan perbankan syariah juga menunjukkan kinerja positif. Tingkat rasio Non-Performing Financing (NPF) gross membaik dari 2,41% di akhir 2022 menjadi 2,17% di Desember 2023 dan lebih rendah dari industri perbankan nasional. PENILAIAN KINERJA DIREKSI Terkait Pengelolaan Perusahaan Penilaian Dewan Komisaris terhadap Direksi dalam pengelolaan Bank merupakan bagian dari proses pelaksanaan fungsi di bidang pengawasan. Ketentuan pengawasan itu, seperti tertuang dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 33/PPOJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik, terkait dengan kebijakan serta jalannya pengurusan perusahaan. LAPORAN DEWAN KOMISARIS LAPORAN TAHUNAN 2023 PT BANK SYARIAH INDONESIA Tbk 38 Ikhtisar Kinerja Analisis dan Pembahasan Manajemen Laporan Manajemen Profil Perusahaan
RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5