Laporan Tahunan 2024

Pendapatan Pengelolaan Dana oleh Bank Sebagai Mudharib Pendapatan pengelolaan dana oleh bank sebagai mudharib tahun 2024 sebesar Rp25,30 triliun, meningkat 13,69% dibandingkan dengan tahun 2023 yang sebesar Rp22,25 triliun. Pertumbuhan pembiayaan musyarakah selama tahun 2024 mendorong peningkatan pendapatan atas bagi hasil sebesar Rp2 triliun. Pendapatan dari Jual Beli Pendapatan dari jual beli tahun 2024 sebesar Rp13,40 triliun, meningkat 6,15% dibandingkan dengan tahun 2023 yang sebesar Rp12,63 triliun. Pendapatan dari piutang murabahah menjadi faktor utama peningkatan pendapatan dari jual beli dimana pada tahun 2024 piutang murabahah tumbuh sebesar 5,69% atau Rp7,77 triliun. Pendapatan dari Bagi Hasil Pendapatan dari bagi hasil tahun 2024 sebesar Rp8,00 triliun, meningkat 34,69% dibandingkan dengan tahun 2023 yang sebesar Rp5,94 triliun. Peningkatan pedapatan atas bagi hasil terutama dari pendapatan pembiayaan musyarakah yang meningkat Rp2 triliun dibandingkan dengan tahun 2023. Pendapatan dari Ijarah – Bersih Pendapatan dari ijarah – bersih tahun 2024 sebesar Rp192,12 miliar, meningkat 23,60% dibandingkan dengan tahun 2023 yang sebesar Rp155,45 miliar. Peningkatan pendapatan ijarah seiring dengan peningkatan aset ijarah sebesar Rp932,15 miliar atau 42,56%. Pendapatan Usaha Utama Lainnya Pendapatan usaha utama lainnya tahun 2024 sebesar Rp3,70 triliun, meningkat 4,90% dibandingkan dengan tahun 2023 yang sebesar Rp3,53 triliun. Peningkatan pendapatan yaitu dari surat berharga sebesar Rp74,15 miliar dan penempatan pada BI sebesar Rp46,61 miliar. Hak Pihak Ketiga Atas Bagi Hasil Hak pihak ketiga atas bagi hasil tahun 2024 sebesar Rp7,89 triliun, meningkat 31,63% dibandingkan dengan tahun 2023 yang sebesar Rp5,99 triliun. Peningkatan hak pihak ketiga atas bagi hasil terutama pada bagi hasil deposito mudharabah sebesar Rp1,39 triliun dan bagi hasil giro mudharabah sebesar Rp308,53 miliar. Adapun peningkatan bagi hasil atas deposito mudahrabah dan giro mudharabah tersebut dikarenakan peningkatan DPK masing-masing sebesar Rp14,69 triliun dan Rp4,82 triliun. Pendapatan Usaha Lainnya Pendapatan usaha lainnya tahun 2024 sebesar Rp5,56 triliun, meningkat 32,16% dibandingkan dengan tahun 2023 yang sebesar Rp4,20 triliun. Kontribusi terbesar yaitu dari pendapatan imbalan jasa perbankan yang meningkat meningkat sebesar Rp807,59 miliar dibandingkan dengan tahun 2023. Pendapatan Imbalan Jasa Perbankan Pendapatan imbalan jasa perbankan tahun 2024 sebesar Rp3,68 triliun, meningkat 28,13% dibandingkan dengan tahun 2023 yang sebesar Rp2,87 triliun. Peningkatan pendapatan imbalan jasa perbankan terutama dari pendapatan transaksi Bancassurance sebesar Rp343,48 miliar, pendapatan Rahn Rp146,11 miliar, dan pendapatan layanan internet banking Rp100,04 miliar. Keuntungan Investasi Surat Berharga Keuntungan investasi surat berharga tahun 2024 sebesar Rp587,20 miliar, meningkat 142,53% dibandingkan dengan tahun 2023 yang sebesar Rp242,11 miliar. Pendapatan dari pelepasan surat berharga menjadi faktor utama meningkatnya keuntungan investasi surat berharga di tahun 2024, dimana mengalami peningkatan sebesar Rp377,24 miliar. Pendapatan Lainnya Pendapatan lainnya tahun 2024 sebesar Rp1,29 triliun, meningkat 18,26% dibandingkan dengan tahun 2023 yang sebesar Rp1,09 triliun. Peningkatan terutama dari penerimaan kembali atas piutang dan pembiayaan yang telah dihapus buku sebesar Rp199,34 miliar. Beban Usaha Beban usaha tahun 2024 sebesar Rp11,79 triliun, meningkat 15,07% dibandingkan dengan tahun 2023 yang sebesar Rp10,25 triliun. Peningkatan beban umum dan administrasi sebesar Rp1,17 triliun menjadi faktor utama atas peningkatan beban usaha di tahun 2024. ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN ATAS KINERJA BANK PT Bank Syariah Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2024 186

RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5