Laporan Tahunan 2024

Sebagai lembaga keuangan yang berkomitmen untuk menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam setiap aktivitas operasionalnya, BSI terus berupaya untuk memberikan kontribusi yang optimal bagi perekonomian Indonesia, sekaligus menjaga integritas dan kepercayaan nasabah. Pada kesempatan ini, perkenankan kami melaporkan berbagai informasi yang berkaitan dengan pengelolaan dan kinerja Bank selama tahun buku 2024 yang meliputi hasil kinerja Bank, analisis prospek perusahaan, perkembangan penerapan tata kelola Bank, penilaian kinerja Komite di bawah Direksi serta perubahan komposisi Direksi. Analisis Atas Kinerja Bank BSI adalah salah satu bank syariah terbesar di Indonesia yang berfokus pada penyediaan layanan perbankan berbasis prinsipprinsip syariah Islam untuk memenuhi kebutuhan finansial masyarakat Indonesia. BSI menyediakan beragam produk dan layanan sesuai dengan kebutuhan dan profil masing-masing nasabah. Produk dan layanan tersebut terbagi dalam 4 (empat) kategori yaitu produk dan layanan individu, perusahaan, digital banking dan kartu. Rincian produk dan layanan Bank adalah sebagai berikut: 1. Produk dan layanan Individu terdiri dari, Bisnis, Emas, Haji dan Umroh, Investasi, Pembiayaan (termasuk pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah), Prioritas, Tabungan dan Transaksi. 2. Produk dan layanan Perusahaan terdiri dari, Cash Management, Tresuri, Service, Pembiayaan dan Simpanan. 3. Produk dan layanan Digital Banking terdiri dari, BSI Mobile, Buka Rekening Online, Solusi Emas, BSI QRIS, BSI Cardless Withdrawal, BSI Debit Card, BSI Debit OTP, BSI ATM CRM, BSI Aisyah, BSI Net, BSI Merchant Business, BSI API Platform, BSI Smart Agent, BSI Payment Point, Deposito Mobile, dan Griya Hasanah Online Top Up Melalui BSI Mobile. 4. Produk dan layanan Kartu terdiri dari, Kartu Pembiayaan dan Kartu Debit. Untuk mengoptimalkan produk dan layanan kepada nasabah, Bank telah memiliki jaringan bisnis dan wilayah operasi yang didukung oleh Kantor Wilayah hingga Kantor Fungsional Operasi. Per 31 Desember 2024, Bank memiliki 10 (sepuluh) Kantor Wilayah yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Kantor Wilayah 1 meliputi wilayah Nanggroe Aceh Darussalam. Kantor Wilayah 2 meliputi Sumatera Utara, Kep. Riau, dan Riau. Kantor Wilayah 3 meliputi Sumatera Selatan, Bengkulu, Sumatera Barat, Jambi, Kep. Bangka Belitung, dan Lampung. Kantor Wilayah 4 meliputi Banten, DKI Jakarta, Kota Bekasi, dan Kab. Bekasi. Kantor Wilayah 5 meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Kota Tangerang, Kab. Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Bogor, Kab. Bogor, Kota Depok, dan Kota Bekasi. Kantor Wilayah 6 meliputi wilayah Jawa Barat. Kantor Wilayah 7 meliputi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kantor Wilayah 8 meliputi Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Kantor Wilayah 9 meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Kantor Wilayah 10 meliputi Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat Daya, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Utara. Pelaksanaan jalannya kepengurusan Bank terlihat pada struktur organisasi Bank yang terbagi menjadi 8 (delapan) Direktorat di bawah Direktur Utama dan Wakil Direktur Utama yaitu Direktorat Information Technology, Direktorat Treasury & International Banking, Direktorat Wholesale Transaction Banking, Direktorat Risk Management, Direktorat Compliance & Human Capital, Direktorat Finance & Strategi, Direktorat Retail Banking dan Direktorat Sales & Distribution. Selain itu, dalam mendukung operasi dan pengambilan keputusan di Bank, Direktur Utama juga didukung oleh beberapa SEVP antara lain SEVP Operation, SEVP Information Technology, SEVP Digital Banking, SEVP Wholesale Risk, SEVP Retail & Consumer Risk, SEVP Human Capital, SEVP Corporate Strategy, SEVP Consumer Product Solution, dan SEVP Internal Audit serta beberapa tingkatan manajemen lainnya. Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, Bank memiliki sebanyak 17.234 pegawai. Per 31 Desember 2024, sebanyak 14 Pegawai berjenjang Pendidikan Doktor, 1.016 Pegawai berjenjang pendidikan Pasca Sarjana, 14.603 Pegawai berjenjang pendidikan Sarjana, 1.572 Pegawai berjenjang pendidikan Diploma serta 29 Pegawai berjenjang pendidikan SMU. Bank senantiasa memberikan pengembangan kompetensi kepada pegawai yang mengacu kepada pendekatan experience, engagement, dan education. Komposisi pengembangan disesuaikan dengan level dan kebutuhan jabatan saat ini (current) maupun jabatan proyeksi (future). Pengembangan kompetensi pegawai di BSI merupakan salah satu fokus utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan mendukung pencapaian visi dan misi Bank. Pengembangan kompetensi tidak hanya mencakup keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman dan penerapan prinsip-prinsip syariah dalam seluruh aspek operasional. 33 PT Bank Syariah Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2024

RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5