Laporan Tahunan 2024

Secara berkala BSI melakukan pengembangan pada teknologi informasi. Setelah fokus penguatan dan stabilitas teknologi informasi di 2023, pada tahun 2024 BSI masif melakukan penguatan platform digital dengan terus meningkatan jumlah user mobile banking, menambah merchant QRIS, EDC, memperbanyak dan juga merelokasi mesin ATM dan CRM ke tempat strategis, meningkatkan kapabilitas transaksi cash management dengan menghadirkan Bewize dan juga meningkatkan aksesibilitas masyarakat melalui BSI Agen. Konsistensi dalam transformasi digital berlanjut dengan melahirkan inovasi SuperApp BYOND by BSI. BYOND by BSI hadir sebagai jawaban atas segala kebutuhan nasabah, dengan tagline #SEMUA JADI MUDAH. Hadirnya SuperApp ini menegaskan semangat Bank untuk menyediakan layanan finansial, sosial dan spiritual yang komprehensif dan terintegrasi. Puncak inovasi ini menjadi sebuah langkah revolusioner untuk memperluas inklusi perbankan syariah sejalan dengan misi Asta Cita Pemerintah, serta menjadi game changer bagi layanan digital perbankan syariah di Indonesia. BYOND by BSI menandai komitmen kuat Bank untuk senantiasa adaptif, agile, inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman. Dengan berbagai sumber daya yang dimiliki Bank, Direksi telah melakukan pengelolaan secara efektif terhadap sumber daya tersebut sehingga di tahun 2024 Bank telah mencatatkan kinerja yang baik. Direksi senantiasa mempertimbangkan kondisi perekonomian baik global, nasional maupun industri perbankan dalam mengembangkan strategi bisnis, sehingga mampu mengatasi kendala-kendala khususnya yang terkait dengan dampak kondisi perekonomian terhadap bisnis Bank. Oleh karena itu, pada analisis kinerja Bank, izinkan kami menyampaikan telaah perekonomian baik di tingkat global, nasional maupun pada industri perbankan. Tinjauan Makro Ekonomi International Monetary Fund (IMF), dalam World Economic Outlook (WEO) Januari 2025, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global tahun 2024 sebesar 3,2% year-on-year (yoy), sedikit melambat dibandingkan dengan pertumbuhan tahun sebelumnya yang tercatat 3,3% yoy. Perlambatan pertumbuhan ekonomi global tersebut terutama disebabkan oleh pemulihan ekonomi di beberapa negara, terutama di Kawasan Euro Area (EA) dan Asia, yang tidak sesuai dengan prakiraan awal. Ekonomi Amerika Serikat (AS) tumbuh solid, terutama ditopang oleh permintaan domestik yang kuat, sejalan dengan meredanya tekanan inflasi. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi di Euro Area (EA) cenderung tertahan meskipun inflasi dalam tren menurun. Sejalan dengan Euro Area, pemulihan ekonomi Tiongkok juga terhambat akibat krisis properti yang berkepanjangan, meski sejumlah kebijakan ekspansif telah diimplementasikan oleh Pemerintah Tiongkok. Selain itu, Jepang juga mengalami perlambatan akibat disrupsi pasokan yang bersifat temporer. Di tengah tekanan eskalasi tensi geopolitik ekonomi global, perekonomian Indonesia menunjukkan resiliensi dengan tumbuh stabil pada tahun 2024, sebesar 5,03% yoy. Pertumbuhan tersebut utamanya didorong oleh permintaan domestik yang tetap kuat di tengah kontraksi net eskpor, seiring dengan penurunan harga komoditas dan perlambatan ekonomi global. Namun demikian, pertumbuhan ekonomi domestik juga sedikit tertahan akibat turunnya permintaan eksternal, yang tercermin dari kontraksi Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur sejak awal Triwulan III-2024 hingga November 2024, namun keyakinan konsumen dan pertumbuhan penjualan eceran masih kuat, sejalan dengan tetap resiliennya permintaan domestik. Sektor perbankan syariah menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang tahun 2024. Untuk terus memperkuat daya saing dan mendorong pengembangan yang berkelanjutan, OJK telah menetapkan lima fokus utama pengembangan perbankan syariah periode 2024–2025. Fokus tersebut meliputi konsolidasi bank syariah, pembentukan Komite Pengembangan Keuangan Syariah (KPKS), penyusunan pedoman untuk inovasi produk, penguatan peran bank syariah dalam ekosistem ekonomi syariah, serta peningkatan kontribusi bank syariah dalam pengembangan UMKM. Untuk mendukung strategi ini, OJK telah meluncurkan tiga pedoman produk baru yang dirancang untuk memperluas dan memperkuat portofolio produk perbankan syariah. Pedoman tersebut mencakup Produk Pembiayaan Mudarabah, Implementasi Shariah Restricted Investment Account (SRIA) dengan akad Mudharabah Muqayyadah, serta Implementasi Cash Waqf Linked Deposit (CWLD). Ketiga pedoman ini diharapkan dapat mendorong inovasi, meningkatkan daya saing, dan memperkuat posisi perbankan syariah di pasar nasional. Berdasarkan analisis perekonomian dan industri serta memperhatikan tantangan yang ada, maka Bank menetapkan target pasar pembiayaan sebesar Rp272,99 triliun dan sebesar Rp321,27 triliun untuk dana pihak ketiga. Berdasarkan target pasar tersebut, Bank menargetkan Pendapatan Pengelolaan Dana oleh Bank sebagai Mudharib sebesar Rp24,70 triliun di tahun 2024. Untuk mencapai target pasar tersebut, telah ditetapkan persentase imbalan penghimpunan dan penyaluran dana tahun 2024 adalah sebagai berikut: LAPORAN DIREKSI, DEWAN KOMISARIS, DAN DEWAN PENGAWAS SYARIAH PT Bank Syariah Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2024 34

RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5