Laporan Tahunan 2024

TATA KELOLA PERUSAHAAN PT Bank Syariah Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2024 352 No. Tema Arahan/Nasihat/Rekomendasi Dewan Komisaris 1. Kinerja Dewan Komisaris mengapresiasi kinerja manajemen per 31 Desember 2024 yang tumbuh dengan sehat, efisien dan tangguh, yang antara lain ditunjukkan oleh: 1. Total asset tembus Rp400 T menjadi Rp408,6 T tumbuh 15,6% (YoY) atau 108% dari target; 2. Laba bersih sebesar Rp7,0 T yang tumbuh 22,8% (YoY) atau 115,2% dari target; 3. Cost to Income Ratio sebesar 50,89% atau lebih rendah dari target 51,49%; 4. Kualitas pembiayaan terjaga dengan NPF Gross sebesar 1,90% lebih baik dari target sebesar 2,00%; dan 5. Terealisasinya beberapa inisiatif strategis seperti launching BYOND by BSI, Project Bosphorus, New CMS, dan lain-lain. 2. Dana Pihak Ketiga 1. CASA per 31 Desember 2024 mencapai Rp197 T, yang tumbuh 10,65% dari Desember 2023 namun hanya mencapai 97,78% dari target sebesar Rp201 T terutama karena tidak tercapainya target Giro. Untuk itu, agar disusun strategi untuk meningkatkan giro transaksional yang lebih sustain, antara lain dengan optimalisasi ekosistem ISE (Islamic Ecosystem) dan aplikasi New CMS. 2. Pertumbuhan Tabungan secara YoY sebesar Rp15,8 T (Desember 2023 sebesar Rp124,7 T menjadi Desember 2024 sebesar Rp140,5 T) atau growth sebesar 12,67% agar diupayakan tidak mengalami penurunan secara signifikan di bulan Januari 2025. 3. Untuk meningkatkan pertumbuhan Tabungan, agar dapat dipertimbangkan juga mengenai produk Investasi Terikat sebagai game changer, mengingat jumlah nominal dan pertumbuhannya selama tahun 2024 cukup signifikan. 4. Konsentrasi Top 50 deposan Desember 2024 sebesar Rp77,9 T mengalami kenaikan sebesar Rp6,8 T apabila dibandingkan Desember 2023 sebesar Rp71,1 T atau growth sebesar 9,6%, walaupun secara konsentrasi sudah mengalami penurunan dari 24,19% (Desember 2023) menjadi 23,79% (Desember 2024) dan masih di bawah appetite (30%), namun agar tetap diupayakan manage CoF sejak awal tahun mengingat kondisi pricing dana di market kemungkinan masih tinggi. 3. Pembiayaan 1. Realisasi pembiayaan consumer Desember 2024 sebesar Rp138,2 T dengan tingkat pencapaian sebesa 97,22% dari target agar menjadi perhatian mengingat pembiayaan consumer memberikan yield tinggi dan kualitas yang baik, sehingga perlu disiapkan strategi up front loading. 2. Perbaikan kolektibiltas 2 yang cukup signifikan pada segmen SME sebesar 95 bps secara YoY agar terus dipantau perkembangannya dan dipastikan perbaikannya bersifat sustain. 3. Untuk pencairan baru pembiayaan Produk Oto yang sudah menggunakan bisnis model yang baru yang berbasis Captive Customer, agar dipastikan kualitasnya tetap terjaga pada tahun 2025, mengingat NPF dan Kol 2 pada posisi Desember 2024 masing-masing relatif tinggi sebesar 2,62% dan 3,14% dengan write off di bulan Desember 2024 sebesar Rp117 M. 4. Laba Rugi 1. Pelampauan realisasi biaya overhead Desember 2024 terutama pos BUA (realisasi Rp5.572 M vs budget Rp5.285 M) dan pos biaya promosi (realisasi Rp944 M vs budget Rp847 M) agar menjadi perhatian dan menjadi bahan evaluasi ke depan terutama pada saat penyusunan budget dan dalam rangka mengontrol biaya overhead lebih ketat lagi terutama untuk biaya-biaya yang tidak terkait langsung dengan perolehan bisnis. 2. Bank perlu mendorong percepatan perizinan pengelolaan Hasanah Card secara mandiri dari OJK agar dapat lebih mendorong peningkatan pendapatan dari sisi pembiayaan dan Fee Based Income di tahun 2025. 5. Lainnya 1. Bank agar mewaspadai dan mengantisipasi risiko perekonomian global (antara lain pergantian Presiden Amerika Serikat (AS) di tahun 2025 ini, eskalasi perang dagang, ketegangan geopolitik terutama di Timur Tengah, dan turunnya preferensi terhadap green economy) dan domestik (antara lain potensi peningkatan defisit fiskal, inflasi dan nilai tukar) yang berdampak terhadap bisnis dan kinerja bank. 2. UREG (User Registrasi) BYOND by BSI per 31 Desember 2024 mencapai 1,98 juta nasabah dengan tingkat aktivasi 1,31 juta nasabah atau 66,3%. Sementara UREG BSI Mobile sebesar 7,39 juta nasabah dengan USAK (User Aktif) mencapai mencapai 3,52 juta nasabah atau 47,6%. Hal ini menunjukkan bahwa walaupun tingkat aktivasi UREG BYOND by BSI lebih tinggi dibandingkan BSI Mobile, baru sekitar 26,79% nasabah BSI Mobile yang bermigrasi ke BYOND by BSI. Atas hal ini, proses migrasi BYOND by BSI perlu dikaji/dievaluasi dan dikawal agar bisa berjalan dengan lebih cepat sehingga BYOND by BSI bisa diimplementasikan dengan lebih optimal. 3. Bank perlu lebih mengintensifkan lagi program aktivasi mesin EDC (Electric Data Capture). 4. Bank perlu mendorong percepatan proses pengajuan perizinan Usaha Bullion (Bullion Bank) ke OJK untuk mengoptimalkan potensi bisnis emas yang semakin besar di Indonesia. Selama tahun 2024, Dewan Komisaris telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya terkait pengawasan terhadap kebijakan kepengurusan dan jalannya pengurusan Bank, yang sejalan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, Anggaran Dasar Perseroan, serta Rencana Kerja yang ditetapkan pada awal tahun. Adapun beberapa kegiatan pengawasan yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1. Melakukan Fungsi Pengawasan Rencana Bisnis Bank (RBB): a. Mengarahkan, memantau, dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan strategis Bank tahun 2024 - 2026, termasuk evaluasi terhadap Corporate Plan dan RBB serta kinerja keuangan tahun 2024 setiap bulan. b. Melakukan pengawasan terhadap upaya pencapaian RBB, khususnya terhadap pencapaian beberapa aspek penting dalam rencana bisnis seperti penyaluran kredit, perbaikan kualitas aset, penghimpunan dana pihak ketiga, produktivitas, dan efisiensi. c. Melakukan penelaahan terhadap Revisi RBB 20242026. d. Melakukan evaluasi atas realisasi RBB yang dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan setiap semester, serta menyampaikan laporan pengawasan RBB kepada Otoritas Jasa Keuangan. e. Melakukan penelaahan dan memberikan persetujuan terhadap RBB Tahun 2025-2027.

RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5