Laporan Tahunan 2024

4. Digital and Transaction Banking, BSI akan terus meningkatkan digitalisasi pada bisnis bank melalui peningkatan user aktif mobile banking, shifting transaksi dari cabang ke channel elektronik dan digital, serta digitalisasi business process untuk mempercepat SLA layanan nasabah dan peningkatan fee based income Bank. 5. Peningkatan Efisiensi dan Produktivitas dengan melanjutkan penataan jaringan dan meningkatkan produktivitas pegawai dengan melakukan redeployment pegawai. Untuk mendukung pelaksanaan 5 (lima) fokus strategi di atas, BSI juga melakukan penguatan fundamental enablers yaitu penguatan manajemen organisasi, stabilisasi dan upgrade core banking, peningkatan keamanan siber IT, penguatan keamanan jaringan & informasi, pengembangan operasional TI, kerjasama dengan pihak ketiga untuk memenuhi kriteria jaminan pengamanan dan kerahasiaan data, penyusunan Business Continuity Management (BCM), dan implementasi prinsip Environmental, Social, Governance, Risk & Compliance (ES-GRC) untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Direksi memimpin langsung perumusan strategi Bank melalui berbagai rapat antara Direksi dengan para manajemen kunci. Strategi tertuang dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun 2024-2026 dan Corporate Plan yang pelaksanaannya senantiasa dilakukan evaluasi oleh Direksi untuk memastikan efektivitas penerapan strategi yang telah ditetapkan melalui berbagai evaluasi laporan internal serta rapat-rapat bersama para Group Head. Pencapaian Target Kinerja Berdasarkan strategi yang telah diterapkan, pada tahun 2024 BSI telah menghasilkan kinerja yang baik sesuai dengan yang ditargetkan. Analisis kinerja BSI disajikan sebagai berikut. Kinerja Operasional dan Keuangan Pada tahun 2024, BSI berhasil menjaga momentum pertumbuhan kinerja positif dan berkelanjutan dengan mencetak laba bersih mencapai Rp7,01 triliun, tumbuh dobel digit 22,83% secara tahunan (yoy). Tidak hanya laba bersih, BSI mencatat semua indikator keuangan lain rerata tumbuh dobel digit mulai dari Dana Pihak Ketiga (DPK), pembiayaan, dan aset Bank. Fokus pada pembiayaan yang berkualitas, transformasi digital dan inovasi menjadi kunci BSI menjaga kinerja yang impresif di tengah dinamika kondisi perekonomian. Tahun 2024 merupakan periode menantang di mana kondisi ekonomi global masih diliputi ketidakpastian, dengan likuiditas yang ketat dan persaingan pasar yang tinggi. Di tengah kondisi itu, BSI terus mempertahankan fokus untuk senantiasa agile dan inovatif melalui transformasi digital serta menjaga pertumbuhan pembiayaan yang berkualitas. Kinerja impresif tersebut adalah impact dari implementasi strategi 2024. Pertama, BSI fokus memperbaiki infrastruktur transaction banking dengan meluncurkan BYOND by BSI dan memperbanyak mesin ATM/ CRM, EDC, BSI Agent, serta merchant QRIS. Kedua, menggali potensi bisnis model yang baru yakni bisnis berbasis emas, Tabungan haji, bancassurance dan bisnis treasury. Langkah yang diambil terbukti efektif sehingga BSI berhasil mempertahankan kinerja dengan pertumbuhan yang konsisten di atas industri perbankan, dengan fundamental yang kuat. Dengan pertumbuhan laba bersih 22,83% yoy pada 2024, BSI menjadi salah satu di jajaran Top 10 Bank yang mencatatkan pertumbuhan kinerja tertinggi. Pencapaian laba yang tinggi tidak terlepas dari pengelolaan dana pihak ketiga (DPK) yang tepat serta pertumbuhan penyaluran pembiayaan yang tepat dan sustain. Di tengah ketatnya kompetisi likuiditas sektor perbankan, BSI mencatat pertumbuhan DPK sebesar 11,46% menjadi Rp327,45 triliun. Pencapaian ini ditopang oleh dana murah (CASA) yang mencapai rasio 60,12% dari total DPK. Sepanjang 2024, CASA BSI mencapai Rp197 triliun atau naik 10,65% yoy. Tercatat, DPK BSI dari produk-produk tabungan mencapai Rp140,53 triliun, disusul deposito Rp130,58 triliun, dan giro Rp56,33 triliun. Pengelolaan DPK yang tepat memberikan dampak positif pada penurunan beban bagi hasil. Dengan memanfaatkan potensi Islamic ecosystem yang hanya dimiliki oleh bank syariah. Salah satunya lewat bisnis emas dan haji. Inovasi dan transformasi digital yang memudahkan transaksi secara digital juga turut berdampak positif terhadap penghimpunan DPK, ujarnya. Penyaluran pembiayaan BSI juga menunjukkan kinerja impresif dengan pertumbuhan di atas industri. Pada 2024, BSI tercatat menyalurkan pembiayaan sebesar Rp278,48 triliun, tumbuh 15,88% yoy. Berdasarkan segmen, pembiayaan yang disalurkan oleh BSI ke segmen wholesale mencapai Rp77,22 triliun atau tumbuh 14,38% yoy, disusul segmen ritel senilai Rp49,38 triliun (naik 16,86% yoy). Selain itu, pembiayaan untuk segmen konsumer tercatat Rp151,88 triliun atau naik 16,34% yoy. BSI memiliki demand side yang kuat, sehingga terus meningkatkan dan memperbaiki sisi supply. Supply ini adalah dari sisi produk hingga distribution channel, tidak hanya cabang tetapi juga elektronik channel seperti ATM, mobile banking, QRIS dan lainnya. Pengelolaan pembiayaan secara tepat berimbas pada membaiknya kualitas pembiayaan yang disalurkan. Per akhir 2024, rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/ NPF) gross BSI membaik menjadi 1,90%. Cost of credit (CoC) Bank juga membaik di level 0,83% pada 2024. Bank juga mencetak rasio imbal hasil menarik, yang terlihat dari angka return on equity (ROE) sebesar 17,77%. BSI menutup tahun 2024 dengan kenaikan aset sebesar 15,55% menjadi Rp408,61 triliun. Adapun rasio return on asset (ROA) perseroan pada 2024 berada di level 2,49%. Langkah-langkah inovasi yang dilakukan Bank untuk membuka potensi bisnis yang lebih luas serta transformasi digital telah memberikan dampak yang besar terhadap keberhasilan perusahaan dalam menjaga tren pertumbuhan kinerja yang LAPORAN DIREKSI, DEWAN KOMISARIS, DAN DEWAN PENGAWAS SYARIAH PT Bank Syariah Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2024 36

RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5