Laporan Tahunan 2024

berkelanjutan. Pada 2024, BSI berhasil mencetak pertumbuhan pendapatan berbasis komisi (fee-based income/FBI) sebesar Rp5,51 triliun, tumbuh signifikan sebesar 32,58% yoy. Feebased ratio (FBR) Bank mencapai 17,95%, lebih baik dari periode sebelumnya. Pada tahun 2024 BSI juga mampu melewati tantangan dengan memanfaatkan potensi Islamic ecosystem yang hanya dimiliki oleh bank syariah. BSI berhasil menggali potensi bisnis dari bisnis emas dan haji yang menjadi unique product BSI dan juga sebuah golden opportunity. Inovasi Bank dilakukan dengan membuka keran potensi baru dari bisnis emas baik gadai dan cicil emas yang memberikan kontribusi positif terhadap kinerja pembiayaan. Hingga Desember 2024, bisnis emas di BSI mencapai Rp12,82 triliun, tumbuh 78,18% yoy, ditopang oleh produk cicil emas yang melesat 177,42% yoy menjadi Rp6,40 triliun dan produk gadai emas yang naik 31,33% menjadi Rp6,42 triliun. Basis nasabah bisnis emas juga berkembang, dengan nasabah gadai emas bertumbuh 11% yoy dan nasabah cicil emas naik 81% yoy. BSI juga terus mendorong pertumbuhan tabungan haji melalui platform digital. Dari lini bisnis haji, Bank mencatatkan tren kenaikan jumlah nasabah tabungan haji menjadi 5,6 juta pada akhir 2024. Seiring dengan kenaikan jumlah penabung di segmen haji, saldo tabungan haji juga menunjukkan tren peningkatan menjadi Rp14,5 triliun pada akhir 2024. Dari dua peluang tersebut, BSI dapat menyeimbangkan pertumbuhan dana, pembiayaan, hingga transaksi e-channel melalui SuperApp BYOND by BSI yang secara resmi diluncurkan pada November 2024. Terbukti dari kombinasi Islamic ecosystem dengan inovasi pada digitalisasi transaksi berdampak positif pada pertumbuhan FBI. Peluncuran BYOND by BSI mendorong peralihan (shifting) nasabah dan meningkatkan transaksi digital. Pada 2024, transaksi melalui e-channel BSI telah mencapai 851,5 juta transaksi, di mana sekitar 98,03% transaksi nasabah BSI sudah menggunakan e-channel. Jumlah pengguna BYOND by BSI saat ini mencapai 2 juta user, dengan jumlah transaksi 16 juta. Perbandingan Antara Hasil yang Dicapai dengan yang Ditargetkan Secara umum BSI telah memenuhi harapan para Pemangku Kepentingan. Berbagai target yang telah ditetapkan telah terealisasi di tahun 2024. Laba bersih BSI tahun 2024 tercatat sebesar Rp7,00 triliun, yang melebihi target RKAP/RBB dengan pencapaian target sebesar 115,23%. Pencapaian target laba bersih telah berhasil mendorong pencapaian target total aset. Total aset BSI tercatat sebesar Rp408,61 triliun, yang melampaui target dalam RKAP/RBB, dengan pencapaian target sebesar 107,99%. Total pembiayaan yang diberikan oleh BSI tahun 2024 mencapai Rp278,49 triliun, yang juga melampaui target RKAP/RBB, dengan pencapaian target sebesar 102,01%. DPK BSI tahun 2024 tercatat sebesar Rp327,45 triliun, dengan pencapaian terhadap target RKAP/RBB sebesar 101,92%. Kendala yang Dihadapi Bank Sepanjang tahun 2024, Bank masih mengalami sejumlah kendala dan tantangan dalam pencapaian target, antara lain berupa kehandalan dan keamanan sistem serta produktivitas pegawai dan outlet yang masih belum optimal. Namun untuk mengatasi hal tersebut, Bank akan tetap melanjutkan strategi penataan jaringan khususnya penataan jaringan kantor yang masih berdekatan (overlapping), pemerataan sebaran lokasi (coverage), dan evaluasi kantor berkinerja rendah. Selain itu, bank juga akan melakukan redeployment pegawai dari unit support/service/ operation ke unit bisnis disertai dengan upskilling dan reskilling kapabilitas pegawai. Kendala lainnya yaitu tingkat literasi keuangan syariah yang masih rendah. Untuk mengatasi kendala tersebut, Bank memiliki strategi yaitu berpartisipasi aktif dalam event regulator, seperti yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk memperkenalkan layanan keuangan syariah kepada masyarakat. Selain itu, BSI juga menggelar signature event berskala besar, seperti BSI International Expo, yang mendukung penguatan Islamic Ecosystem. Acara ini menjadi wadah edukasi dan kolaborasi, menghadirkan workshop, pameran produk keuangan syariah, hingga talkshow bersama para ahli. Untuk mendukung pemberdayaan UMKM, BSI meluncurkan program seperti Talenta Wirausaha BSI dan Aceh Muslim Preneur. Melalui langkah ini, BSI berperan aktif dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif, sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM sebagai pilar penting ekonomi Indonesia. Hal-Hal Penting yang Diperkirakan Terjadi pada Masa Mendatang dan Prospek Usaha Ekonomi global diprakirakan dalam tren perbaikan dengan pertumbuhan di kisaran 3,3% pada tahun 2025. Namun sejumlah risiko masih perlu terus diperhatikan, utamanya terkait terhambatnya pemulihan ekonomi Tiongkok serta eskalasi tensi geopolitik di tengah ketidakpastian akibat pergantian kepemimpinan di Amerika Serikat, yang berpotensi menahan pertumbuhan ekonomi global. Di tengah kondisi tersebut, ekonomi Indonesia pada tahun 2025 diprakirakan tumbuh sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya di kisaran 4-8%-5,6% didorong oleh permintaan domestik. Ke depan, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprakirakan tetap solid dan berada dalam tren yang meningkat. Pertumbuhan ekonomi yang tetap solid terutama didorong oleh permintaan domestik yang disertai dengan membaiknya kondisi perekonomian global. Namun demikian, sejumlah risiko seperti perlambatan pemulihan ekonomi global dan dampak eskalasi tensi geopolitik global perlu terus diperhatikan karena berpotensi menahan pemulihan kinerja sektor eksternal. PT Bank Syariah Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2024 37

RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5