Laporan Tahunan 2024

BSI mencatatkan pertumbuhan yang solid dan berkelanjutan, dengan berbagai inovasi produk dan layanan yang terus memperluas inklusi keuangan serta memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia. BSI telah menjalankan prinsip-prinsip syariah, memberikan solusi keuangan yang adil, transparan, dan memberikan manfaat sosial yang luas. Berikut kami sampaikan laporan pengawasan dan pemberian nasihat Dewan Komisaris terhadap jalannya kepengurusan Bank untuk tahun buku 2024. Dalam laporan ini, akan disampaikan penilaian atas kinerja Direksi selama tahun 2024, pandangan atas prospek usaha yang disusun oleh Direksi, penerapan tata kelola perusahaan yang baik, penilaian atas Komite di bawah Dewan Komisaris dan perubahan komposisi Dewan Komisaris. Penilaian Kinerja Direksi Dewan Komisaris senantiasa menjalankan fungsi pengawasan dan pemberian nasihat kepada Direksi. Pemberian nasihat oleh Dewan Komisaris kepada Direksi dilakukan dengan tujuan untuk memastikan bahwa kebijakan dan keputusan yang diambil oleh Direksi sejalan dengan kepentingan Bank. Pemberian nasihat dari Dewan Komisaris kepada Direksi dilakukan melalui Rapat Dewan Komisaris dan Direksi, Rapat Gabungan Dewan Komisaris bersama Direksi dan Dewan Pengawas Syariah, rapat dengan manajemen Bank, serta Rapat dengan komite-komite. Sepanjang tahun 2024 Dewan Komisaris telah melaksanakan Rapat Dewan Komisaris dan Direksi sebanyak 12 kali dan Rapat Gabungan Dewan Komisaris bersama Direksi dan Dewan Pengawas Syariah sebanyak 3 (tiga) kali. Dalam menjalankan fungsi pengawasan dan pemberian nasihat, Dewan Komisaris terlibat aktif dalam penyusunan strategi Bank dan pengawasan terhadap implementasi strategi Bank. Pengawasan terhadap perumusan strategi Bank dilaksanakan dengan melakukan pengawasan dan memberikan arahan terhadap penyusunan Rencana Bisnis Bank (RBB) Tahun 20242026 dan Corporate Plan. Dewan Komisaris juga melakukan pengawasan dan pemberian nasihat terhadap implementasi strategi Bank melalui Rapat Gabungan bersama Direksi. Dewan Komisaris mengarahkan, memantau, dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan strategis Bank, termasuk evaluasi terhadap RBB dan Corporate Plan serta kinerja keuangan tahun 2024 setiap bulan. Dewan Komisaris melakukan pengawasan terhadap upaya pencapaian RBB, khususnya terhadap pencapaian beberapa aspek penting dalam rencana bisnis seperti penyaluran kredit, perbaikan kualitas aset, penghimpunan dana pihak ketiga, produktivitas, dan efisiensi. Pandangan Atas Kinerja Direksi Dalam memberikan penilaian atas kinerja Direksi, Dewan Komisaris mempertimbangkan beberapa aspek sebagai dasar penilaiannya. Aspek tersebut antara lain, kondisi perekonomian, capaian kinerja yaitu kinerja operasional, kinerja keuangan dan tingkat kesehatan perusahaan. Penilaian atas kinerja Direksi dapat disampaikan sebagai berikut. Pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2024 diperkirakan mencapai 3,2%, sedikit melambat dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun inflasi berhasil ditekan, ketidakpastian tetap tinggi akibat ketegangan perdagangan dan faktor geopolitik lainnya. Tensi geopolitik Israel-Palestina tereskalasi menjadi konflik beberapa negara di kawasan Timur Tengah, turut menahan pertumbuhan ekonomi global lebih lanjut. Sebagai kawasan penghasil minyak, konflik tersebut memicu volatilitas di pasar komoditas, terutama minyak mentah. Merespon hal tersebut, harga minyak mentah Brent sempat meningkat pada Oktober 2024 sebagai dampak shock akibat sentimen eskalasi tensi geopolitik. Namun demikian, secara umum harga komoditas sepanjang tahun 2024 terus mengalami penurunan, sejalan dengan suplai yang memadai di tengah permintaan yang relatif masih tertahan. Meredanya disrupsi suplai akibat menurunnya intensitas konflik Rusia-Ukraina juga turut mendukung terjaganya harga komoditas. Dari sisi ekonomi nasional, ekonomi Indonesia menunjukkan ketahanan dengan stabilitas yang terjaga dan pertumbuhan yang meningkat. Perekonomian Indonesia menunjukan resiliensi yang tumbuh stabil pada tahun 2024, sebesar 5,03% yoy. Pertumbuhan tersebut utamanya didorong oleh permintaan domestik yang tetap kuat di tengah kontraksi net eskpor, seiring dengan penurunan harga komoditas dan perlambatan ekonomi global. Terjaganya permintaan domestik juga didukung oleh inflasi yang rendah dan terkendali selama tahun 2024, sehingga menopang daya beli masyarakat. Penurunan inflasi pada tahun 2024 terutama didorong oleh meredanya dampak El Nino, sehingga suplai pangan cukup terkendali. Selain itu, penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) yang sejalan dengan turunnya harga minyak dunia, serta kebijakan penurunan harga tiket pesawat dan kereta api, juga turut mendorong turunnya inflasi. Di samping itu naiknya harga emas global mendorong kenaikan harga emas dan perhiasan domestik sehingga mendorong inflasi inti. Pada industri perbankan syariah, perbankan syariah menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang tahun 2024. Total aset perbankan syariah mencapai Rp980,29 triliun, tumbuh 9,89% yoy dengan pangsa pasar sebesar 7,72% pada Desember 2024. Pembiayaan syariah meningkat 9,92% yoy menjadi Rp643,55 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 10,09% yoy menjadi Rp753,6 triliun. Likuiditas perbankan syariah tetap memadai, tercermin dari rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) sebesar 154,52% dan Alat Likuid/Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 32,09%, jauh di atas batas minimum. Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan syariah tercatat sebesar 25.4%. Profitabilitas perbankan syariah tetap terjaga dengan Return on Assets (ROA) sebesar 2,04%. Risiko pembiayaan tetap terkendali, dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) gross sebesar 2,12% dan NPF nett sebesar 0,79%. Perbankan syariah juga terus beradaptasi dengan penguatan ekosistem keuangan syariah melalui berbagai kebijakan strategis. PT Bank Syariah Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2024 45

RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5