Laporan Tahunan 2021
BSI senantiasa mentaati seluruh aturan yang berlaku terkait remunerasi kepada pegawai. Besaran remunerasi yang diberikan telah disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku dan berada di atas standar upah minimum yang berlaku di wilayah operasional Bank. Terkait dengan remunerasi, Bank senantiasa berupaya menjaga gap rasio gaji seluruh pegawai agar tidak terdapat perbedaan yang terlalu tinggi. 4. Promosi dan Jenjang Karier Bank memiliki sistem promosi baru yang mengacu kepada penilaian kinerja dan klasifikasi talenta. BSI melakukan harmonisasi grading dan mekanisme promosi pada tahun pertama pasca merger. Dengan demikian, pelaksanaan promosi pada tahun 2021 bersifat selektif pada pegawai yang telah mendapatkan probation (Pj) sejak dari legac y. Dalam program jenjang karier, Bank menjamin adanya kesetaraan, yaitu kesempatan yang sama antara pegawai laki-laki dan wanita. Sistem jenjang karier didasarkan pada kualifikasi jabatan dan kompetensi pegawai yang terintegrasi dengan sistem penilaian kinerja dan klasifikasi talenta. Sistem pengembangan karier merupakan hal penting yang dapat memacu produktivitas setiap pegawai, meningkatkan sikap kerja, menciptakan kepuasan kerja guna mencapai tujuan Bank. 5. Pelatihan Pensiun Bank telah menyusun kebijakan atas program pelatihan atau pembekalan untuk pegawai yang akan memasuki masa purna bakti agar pelatihan tersebut dapat dilaksanakan secara terstruktur dengan kriteria peserta dan waktu yang jelas dan lebih terencana. Pelaksanaan pelatihan tersebut diikuti pula oleh pasangan pegawai. 6. Internalisasi Culture Core Values AKHLAK pada Kegiatan Ketenagakerjaan Sebagai bank hasil penggabungan ( merger ), BSI menaruh perhatian yang tinggi terhadap integrasi culture dan internalisasi core values AKHLAK. Aneka inisiatif telah dilakukan, seperti : a. Perumusan 18 perilaku kunci & 101 perilaku spesifik yang mengacu kepada core values AKHLAK. b. Pembentukan Culture Squad ( change leader, change champion, change agent , dan tim internalisasi budaya) & Employee Communication Channel yang bersifat non-kedinasan (BSI Club dan BSI Muda) yang menjadi motor penggerak integrasi dan internalisasi culture . c. Kegiatan-kegiatan rutin internalisasi culture rutin (taujih pekanan, PHBI, event korporat, dan program internalisasi culture lainnya yang dilakukan di masing-masing unit kerja). 7. Kegiatan Kesehatan Kesehatan pegawai merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan karena memiliki peran penting dalam mendukung kinerja pegawai sebagai individu maupun perusahaan secara keseluruhan. Karena itu, Bank berupaya menunjang kualitas kesehatan seluruh pegawai dengan memberikan fasilitas general medical checkup dan fasilitas jaminan kesehatan kepada seluruh pegawai serta dengan mengikutsertakan pegawai dalam program BPJS Kesehatan. Dalammasapandemi, pegawaimendapatkanpembaruan informasi untuk pencegahan penyebaran Covid-19 dari pakar kesehatan dalam forum “Taujih Pekanan Ber- AKHLAK”, sehingga pegawai lebih termotivasi dalam menjaga kesehatannya. Selain terhadap pegawainya, Bank juga memberikan fasilitas kesehatan kepada keluarga pegawai. Setiap individu diharapkan dapat menjaga kesehatannya dengan melaksanakan pola hidup sehat sedini mungkin. Bank jugamemiliki BSI Club, yang salah satu kegiatannya adalah olah raga yang diselenggarakan secara berkala. BSI Club juga diharapkan dapat meningkatkan kesehatan pegawai sekaligus media bagi pegawai untuk dapat bertukar pikiran gunameningkatkan kinerja Bank. 8. Keselamatan Kerja Selain kesehatan, keselamatan kerja juga menjadi salah satu aspek yang juga mendapatkan perhatian besar dari manajemen. Bank selalu berupaya untuk meminimalisir seluruh risiko kecelakaan kerja agar tercipta lingkungan kerja yang aman dan nyaman demi mengoptimalkan produktivitas kinerja Bank. Sebagai wujud komitmen Bank dalam menjaga keselamatan kerja seluruh karyawannya, Bank juga sudah melakukan pengelolaan risiko kecelakaan kerja sesuai dengan kebutuhan karyawan di dalam kantor dan di lapangan saat dinas, yaitu antara lain: a. Mengadakan pelatihan dan pemberian informasi evakuasi dari gedung bertingkat secara berkala, mengadakan pelatihan dasar terhadap penggunaan alatpemadamkebakaran,melengkapi seluruhkantor operasional dengan peralatan dasar keselamatan yang relevan dan memadai, termasuk alat pemadam kebakaran dan kotak obat Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). b. Untuk meningkatkan kinerja tim security dalam menjamin keamanan dan keselamatan seluruh pegawai selama bekerja, BSI melakukan pelatihan K3 bagi petugas security . c. Untuk latihan kesiapan prosedur tanggap darurat gedung, dilakukan juga pengecekan peralatan dan sarana keselamatan gedung. Pengecekan dilakukan secara internal dan eksternal. Pengecekan internal dilakukan oleh tim security secara berkala, sedangkan pengecekan eksternal dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran. 530 PT BANK SYARIAH INDONESIA Tbk • Laporan Tahunan 2021
Made with FlippingBook
RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5