Laporan Tahunan 2022

263 LAPORAN TAHUNAN 2022 PT BANK SYARIAH INDONESIA Tbk Penunjang Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan • Pengembangan model CKPN • Pengukuran risk premium • Pengembangan model stress test hingga level product • Pengembangan metodologi portfolio guideline segmen SME hingga level wilayah c. Pemantauan Risiko • Pemantauan utilisasi limit risiko • Review atau pembuatan laporan risiko • Implementasi Risk Management Consolidation dengan Bank Mandiri • Evaluasi kewenangan memutus pembiayaan d. Pengendalian Risiko • Integrasi policy & risk tools ke dalam financing origination, customer on boarding, dan collection system • Pembentukan marketing asset & tracking asset jaminan • Penetapan limit risiko • Pengembangan advance and expert competencies • Peningkatan fungsi pengendalian/risk control yang diterapkan (system, organisasi, pengujian control) • Penerapan program Risk Awareness • Peningkatan kompetensi SDM (risk based competencies) • Penerapan Business Continuity Management (BCM) • Validasi scoring model • Pembentukan fungsi strategi anti fraud e. Sistem Informasi Manajemen Risiko • Pengembangan & Implementasi Risk Management System • Pengembangan sistem Liquidity Coverage Ratio • E-Booklet Wholesale Berbasis Digital 4. Sistem Pengendalian Intern yang Menyeluruh Bank Syariah Indonesia dalam menjaga efektifitas dan efisiensi operasional, keakuratan laporan keuangan, dan kepatuhan terhadap ketentuan dan peraturan yang berlaku, berupaya untuk melakukan pengendalian internal berupa tindakan pencegahan (preventive action), deteksi dini (early detection), maupun tindakan perbaikan (corrective action) melalui pengawasan melekat yang menerapkan prinsip pengawasan ganda (dual control), pembagian tugas “check and balances”(segregation of duties), dan jejak audit (audit trail). Kualitas sistem pengendalian internal secara periodik dikaji oleh SKAI. Tinjauan Atas Efektivitas Sistem Manajemen Risiko Bank Syariah Indonesia secara berkala melakukan evaluasi atas efektivitas sistem manajemen risiko. Hasil evaluasi digunakan untuk menyesuaikan dan memperkuat pengelolaan sistem manajemen risiko Bank. Evaluasi meliputi penyesuaian strategi, kebijakan manajemen risiko, kualitas penerapan manajeman risiko yang meliputi tata kelola risiko, kerangka manajemen risiko, kecukupan proses manajemen risiko, kecukupan sistem informasi manajemen risiko, serta kecukupan sistem pengendalian risiko. Penilaian Profil Risiko BSI secara individu maupun terintegrasi sepanjang tahun 2022 mencerminkan bahwa risiko-risiko yang di hadapi BSI dapat di kelola dengan baik sehingga dapat mendukung pengembangan bisnis lebih lanjut. Dengan kata lain, Manajemen Risiko telah diterapkan oleh BSI dengan baik dan memadai. Pernyataan Direksi dan/atau Dewan Komisaris atau Komite Audit atas Kecukupan Sistem Manajemen Risiko Bank Syariah Indonesia senantiasa berupaya untuk mengelola risiko secara dinamis sejalan dengan perkembangan kondisi internal dan eksternal. Dewan Komisaris berpandangan bahwa penerapan manajemen risiko sudah berjalan dengan baik. Direksi dan Dewan Komisaris senantiasa melakukan evaluasi atas efetivitas pelaksanaan manajemen risiko. Hasil evaluasi digunakan untuk melakukan upaya penguatan pengelolaan risiko antara lain: 1. Sumber Daya Manusia (SDM) a. Meningkatkan kompetensi SDM untuk mendukung aktivitas Bank melalui internal maupun eksternal training serta melakukan magang di perusahaan induk. b. Meningkatkan risk awareness pegawai antara lain melalui e-learning dan refreshment ketentuan. c. Meningkatkan legal awareness bagi seluruh jajaran Bank. 2. Tools dan Metodologi Memperkuat internal control melalui implementasi control testing atas end to end business process. 3. System Meningkatkan pengamanan IT system operasional. Budaya Risiko Dalam mewujudkan visi Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi “Top 10 Global Islamic Bank” BSI senantiasa menerapkan budaya sadar risiko dengan meningkatkan pengendalian intern, termasuk sistem pengendalian

RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5