Laporan Tahunan 2022

Laporan Manajemen Analisis dan Pembahasan Manajemen Profil Perusahaan Ikhtisar Kinerja dengan entitas utama (PT Bank Mandiri (Persero) Tbk) yang meliputi Kepatuhan Terintegrasi, Manajemen Risiko Terintegrasi, dan Internal Audit Terintegrasi. Dalam meningkatkan pelaksanaan GCG Bank, Dewan Komisaris turut berperan aktif dalam melakukan beberapa perbaikan yang telah dijalankan Direksi pada tahun 2022 baik mengenai kebijakan, penerapan aspek syariah, maupun penunjang operasional Bank, diantaranya memberikan masukan dan persetujuan dalam revisi Standar Prosedur Pengendalian (SPP) Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT) BSI, serta selalu mengingatkan mengenai: 1. Pengembangan next practice yaitu sharia combine assurance dalam mengantisipasi dan menjaga kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah; 2. Keandalan dan keamanan IT dan digital BSI dari cyber fraud; phising, virus dll. Dari sisi Tingkat Kesehatan Bank, terdiri dari empat faktor penilaian yaitu Profil Risiko, GCG, Rentabilitas, dan Permodalan. Peringkat Tingkat Kesehatan BSI pada semester II tahun 2022 berada pada peringkat komposit 2 (“Sehat”) yang artinya kondisi Bank yang secara umum sehat, sehingga dinilai mampu menghadapi pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor eksternal lainnya. Peringkat Komposit tersebut tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan semester I tahun 2022. Penilaian Tingkat Kesehatan Bank dilaporkan kepada regulator (OJK) setiap semesteran pada periode Juni dan Desember. Selain itu BSI juga memiliki nilai-nilai yang sejalan dengan prinsip GCG antara lain sebagai berikut: 1. Amanah: Memegang teguh kepercayaan yang diberikan 2. Kompeten (Mukhtash): Cakap, Terus belajar dan mengembangkan kapabilitas 3. Harmonis (Mutanagim): Keserasian, Saling Peduli dan Menghargai Perbedaan 4. Loyal (Mukhalas): Berdedikasi dan mengutamakan Kepentingan Bangsa dan Negara 5. Adaptif (Takiifiyah): Terus berinovasi dan antusias dalam menggerakan ataupun menghadapi perubahan 6. Kolaboratif (Ta’awiniyyah): Membangun kerja sama yang sinergis. Pelaksanaan GCG yang sudah sangat baik ini, dalam pandangan Dewan Komisaris, akan memberikan manfaat besar bagi BSI, di antaranya : 1. Bank akan memiliki fondasi dan mekanisme tata kelola perusahaan yang kokoh yaitu dalam hal kecukupan struktur dan infrastruktur tata kelola perusahaan yang berkualitas, sehingga dihasilkan proses tata kelola dan outcome yang memuaskan. Hal ini ditunjukkan melalui proses pengambilan keputusan yang lebih baik, berkurangnya potensi benturan kepentingan, fraud, dan tindakan KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme), kegiatan operasional yang berjalan efektif serta kinerja perusahaan yang secara umum meningkat. Selain itu, penegakan prinsip-prinsip GCG juga dalam rangka mewujudkan Bank yang sustainable. 2. Meningkatnya nilai perusahaan (corporate values) yang ditunjukkan dengan peningkatan kinerja keuangan, sehingga memberikan kepuasan kepada pemegang saham. Kepercayaan pemegang saham yang tinggi akan menghasilkan hubungan yang saling bersinergi dan harmonis, sehingga akan berpengaruh positif terhadap perkembangan BSI ke depan. 3. Membentuk citra yang baik bagi BSI sebagai salah satu Bank Syariah di Indonesia. Dengan citra yang baik tentunya akan meningkatkan kepercayaan bagi nasabah, investor, dan mitra bisnis untuk mengikatkan kerja sama dengan BSI. Selain itu secara tidak langsung BSI akan berkontribusi terhadap kemajuan perbankan syariah di Indonesia. 4. Penerapan bisnis secara islami yang mendorong: a. Kesadaran dan komitmen untuk meningkatkan ketakwaan, manfaat, dan keberkahan dalam berbisnis. b. Pengambilan keputusan bisnis yang didasarkan pada nilai akhlak Islam dan kepatuhan terhadap peraturan perundangan-undangan dan prinsip syariah. c. Kesinambungan entitas bisnis syariah melalui pengelolaan yang didasarkan pada praktikpraktik bisnis dengan karakter dan sifat-sifat Rasulullah SAW. 46 LAPORAN TAHUNAN 2022 PT BANK SYARIAH INDONESIA Tbk

RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5