Laporan Tahunan 2022

Laporan Manajemen Analisis dan Pembahasan Manajemen Profil Perusahaan Ikhtisar Kinerja 4. Menggarap potensi Islamic Ecosystem, melalui pengembangan platform dan solution yang inovatif serta acquisition dan implementator yang efektif. 5. Penataan jaringan kantor, dengan melakukan relokasi outlet yang berdekatan dan peningkatan contribution margin outlet, serta shifting transaksi cabang kea rah transaksi digital. Peran Direksi dalam Perumusan Strategi dan Implementasi Kebijakan Direksi sebagai Top Management memiliki peranan penting dalam menentukan strategi yang akan dijalankan oleh Bank serta mewujudkan visi dan misi BSI kedepannya. Direksi berperan dalam merumuskan tujuan jangka panjang dan jangka pendek, membuat kerangka rencana dan kebijakan, mengatur sumber daya organisasi, serta merumuskan strategi khusus untuk mencapai target yang ditetapkan. Selain itu, Direksi juga melaksanakan agenda rapat bersama direktorat dan grup terkait untuk melakukan monitoring implementasi strategi Bank. Kegiatan tersebut dilakukan secara berkala itu untuk mengevaluasi pencapaian target dan kendala yang dihadapi serta strategi lanjutan dalam mengatasi kendala tersebut. Pembuatan laporan berkala, baik harian maupun bulanan, menjadi salah satu alat bantu bagi Direksi untuk me-monitoring kondisi bisnis Bank terkini. Perbandingan Target dan Realisasi Di tahun 2022, BSI mampu menunjukkan kinerja yang baik, pertumbuhan bisnis sehat dan sustain, serta profitabilitas yang baik. Per Desember 2022, BSI berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp4,3 triliun dengan pencapaian 108,75% dari target yang telah ditetapkan atau tumbuh 40,68% yoy. Akumulasi laba disumbang dari penurunan beban bagi hasil dengan realisasi di Desember 2022 sebesar Rp4,0 triliun atau pencapaian 106,70% dari target. Selain itu, pendapatan dari fee based income di Desember 2022 sebesar Rp3,7 triliun dengan pencapaian 108,72% dari target atau tumbuh 21,20% yoy. Untuk penyaluran dana, per Desember 2022 sebesar Rp207,7 triliun dengan pencapaian 108,95% dari target atau tumbuh 21,26% yoy. Sementara penghimpunan dana di Desember 2022 sebesar Rp261,5 triliun dengan pencapaian 100,81% dari target atau tumbuh 12,11% yoy. Adapun komposisi dana murah (CASA) tercatat sebesar 61,57% dari total penghimpunan dana. Sehingga di Desember 2022, BSI membukukan aset sebesar Rp305,7 triliun dengan pencapaian 101,81% dari target atau tumbuh 15,24% yoy. Persentase Imbalan Penghimpunan dan Penyaluran Dana Untuk mendukung kinerja Bank, BSI menerapkan beberapa kebijakan diantaranya melakukan pembatasan nisbah spesial dan fokus pertumbuhan dana murah, Sehingga Bank dapat menurunkan cost of fund sebesar 41 bps secara yoy dari 2,03% di Desember 2021 menjadi 1,62% pada Desember 2022. Selain itu, untuk meningkatkan ekspansi pembiayaan, Bank melakukan pengembangan kerjasama bisnis, perbaikan proses bisnis, dan penajaman model bisnis. Bank juga memberikan special pricing untuk beberapa segmen yang menjadi fokus pertumbuhan. Secara blended yield, pembiayaan BSI per Desember 2022 mencapai 9,15%. Komitmen terhadap UMKM BSI senantiasa berupaya memberikan dukungan pada kebijakan pemerintah, seperti komitmen dalam mengembangkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Inisiatif tersebut dijalankan melalui fasilitas penyaluran pembiayaan yaitu Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah. Per Desember 2022, BSI telah menyalurkan pembiayaan kepada UMKM sebesar Rp41,8 triliun atau sebesar 20,19% dari total pembiayaan Bank, meningkat dibandingkan Desember 2021 sebesar Rp 39,4 triliun. Penyaluran pembiayaan UMKM terbesar pada sektor usaha kecil yang mencapai Rp20,6 triliun, meningkat dibandingkan Desember 2021 sebesar Rp18,8 triliun atau tumbuh 9,9% yoy. Kendala dan Tantangan Pada tahun 2022, Bank menghadapi kendala sebagai dampak dari dinamika ekonomi di global maupun domestik. Proses pemulihan ekonomi global pasca pandemi COVID-19 memiliki tantangan tersendiri imbas dari perang antara Rusia dan Ukraina. 56 LAPORAN TAHUNAN 2022 PT BANK SYARIAH INDONESIA Tbk

RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5