Laporan Tahunan 2022

Laporan Manajemen Analisis dan Pembahasan Manajemen Profil Perusahaan Ikhtisar Kinerja Berdasarkan asumsi tersebut dan adanya berbagai peluang, BSI optimis untuk senantiasa meningkatkan kinerjanya dalam jangka panjang. Bank memiliki prospek usaha yang sangat baik. Hal ini didasarkan pada kekuatan yang dimiliki, yaitu: 1. Jaringan kantor dan unit kerja yang luas. 2. Merupakan bank syariah terbesar di Indonesia dari sisi aset. 3. Produk dan jasa layanan keuangan berbasis syariah untuk mendukung peningkatan halal awareness. 4. Kualitas booking pembiayaan yang baik, dengan disiplin pada Risk Acceptance Criteria serta proses underwriting yang baik dan monitoring intensif. 5. Struktur permodalan yang kokoh dengan biaya dana yang murah. 6. Likuiditas yang terjaga dengan baik. 7. Mendapatkan dukungan dari pemerintah dalam memperkuat industri keuangan syariah. 8. Dukungan kuat dari pemegang saham dan sinergi dengan Bank Induk. 9. Jaringan di pasar global. 10. Reputasi yang baik, seperti dibuktikan dengan berbagai penghargaan yang diterima, baik dari dalam maupun luar negeri. 11. Komitmen organisasi untuk menjalankan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). 12. Komitmen untuk mengembangkan kompetensi dan profesionalisme seluruh pegawai. 13. Struktur demografi kepegawaian yang didominasi pegawai berusia muda dan memiliki potensi untuk dikembangkan. 14. Berpengalaman di bidang ekosistem halal, antara lain haji, umroh, pesantren, pendidikan Islam, masjid, dan zakat, infak, sedekah, wakaf (Ziswaf). PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN Penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) telah melekat dalam kegiatan usaha BSI. Bank mengimplementasikannya dengan berasaskan pada prinsip transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, profesional dan kewajaran, serta mematuhi seluruh peraturan dan perundang-undangan yang berlaku dalam menjalankan usaha Bank. Di antaranya, Peraturan Bank Indonesia (PBI) terkait GCG bagi Perbankan Syariah, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait GCG bagi perbankan syariah, transparansi dan publikasi laporan bank umum, ketentuan bagi perusahaan publik, hingga Pedoman Umum Governansi Korporat Indonesia 2021 yang dikeluarkan Komite Nasional Kebijakan Governansi (KNKG). Hingga tahun buku 2022, seluruh penerapan GCG di setiap aspek kegiatan usaha Bank telah berjalan dengan baik. Evaluasi efektivitas penerapan GCG juga telah dilaksanakan secara periodik (semesteran) melalui mekanisme self-assessment terhadap pelaksanaan tata kelola sesuai dengan Surat Edaran OJK No.10/ SEOJK.03/2014 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah. Hasil penilaian self assessment GCG pada semester 1 dan semester 2 tahun 2022 adalah “2” (Baik). Selain itu, pada tahun 2022 BSI juga mengikuti program riset dan pemeringkatan “Corporate Governance Perception Index” oleh The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG). Bank mendapatkan skor 90,00 dengan predikat “Indonesia Most Trusted Company”. Dalam rangka melanjutkan proses penyempurnaan Tata Kelola serta wujud komitmen dan konsistensi atas penerapannya, BSI melakukan penyelarasan praktik Tata Kelola dengan mengadopsi prinsip-prinsip yang dikembangkan oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) serta telah disepakati oleh ASEAN Capital Market Forum (ACMF), yang disebut ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) Pencapaian yang baik di bidang CGG akan memicu Bank untuk terus mengembangkannya seiring dengan perkembangan peraturan perundang-undangan serta kondisi industri. Bank meyakini, penerapan prinsip GCG yang konsisten akan mendukung pertumbuhan kinerja Bank secara berkelanjutan. 58 LAPORAN TAHUNAN 2022 PT BANK SYARIAH INDONESIA Tbk

RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5