Laporan Tahunan 2024

Total pembiayaan segmen Commercial Banking tahun 2024 sebesar Rp18,50 triliun, meningkat 42,63% dibandingkan tahun 2023 yang sebesar Rp12,97 triliun. Demikian pula dengan total pendanaan segmen Commercial Banking yang meningkat 71,86% dari Rp6,99 triliun di tahun 2023 menjadi Rp12,01 triliun di tahun 2024. Peningkatan pendanaan tersebut dikontribusi dari pertumbuhan deposito sebesar Rp3,60 triliun pada tahun 2024. Pendapatan pengelolaan dana bersih segmen Commercial Banking tahun 2024 sebesar Rp463,84 miliar meningkat 28,66% dibandingkan dengan tahun 2023 yang sebesar Rp360,52 miliar. Pendapatan usaha lainnya juga mengalami peningkatan sebesar Rp94 miliar atau 90,36% dibandingkan dengan tahun 2023. PROSPEK USAHA DAN STRATEGI COMMERCIAL BANKING TAHUN 2025 Prospek usaha dan strategi Commercial Banking dituangkan dalam 4 (empat) besaran yang meliputi Optimization, Collaboration, Expansion dan Program Based. 1. Optimization a. Optimalisasi kelonggaran tarik fasilitas pembiayaan yang telah terbentuk. b. Utilisasi dan akuisisi baru fasilitas SCF BPJS Kesehatan (potensi defisit anggaran BPJS Kesehatan) dan distributor financing. 2. Collaboration a. Kolaborasi wholesale – ritel untuk mengakuisisi potensi value chain financing dan group nasabah corporate. b. Sinergi percepatan SLA dengan risk pairing group. c. Kerjasama dengan induk untuk sindikasi/club deal. 3. Expansion a. Pemisahan Large Comm. menjadi 2 (dua) Departemen Kebun dan non Kebun. b. Pembukaan RCB/ACB baru dan pemenuhan SDM-nya. c. Intensifikasi pada group usaha nasabah eksisting. d. Intensifikasi pada nasabah DPK non debitur dan nasabah wealth bekerjasama dengan Cabang. e. Take over program debitur nasabah top 10 Bank non induk. 4. Program Based a. Utilisasi Joint Financing (JF) Wholesale dengan MUF Syariah. b. Usulan revitalisasi produk supplier financing dan buyer financing BSI. Hubungan Kelembagaan Segmen Hubungan Kelembagaan saat ini difokuskan untuk pengelolaan dana nasabah dan transaksi-transaksi lainnya milik nasabah Institusi yang tidak memiliki fasilitas pembiayaan/ financing line antara lain Kementerian/Lembaga Pemerintah, Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi Negeri, Rumah Sakit Negeri, BUMD Subsidiaries dan Perusahaan Swasta Terbuka. Penjelasan masing-masing produk Hubungan Kelembagaan telah disajikan pada bagian Profil Sub Bab Produk dan Jasa dalam Laporan Tahunan ini. KEUNGGULAN KOMPETITIF DAN INOVASI HUBUNGAN KELEMBAGAAN Melalui peningkatan inovasi menjadi sumber utama keunggulan kompetitif dengan terus berinovasi, kebutuhan Kementerian dan Lembaga dapat terpenuhi operasionalnya dengan baik melalui sinergi dan kolaborasi dengan kelembagaan baik transaksi, operasional dan inovasi yang dapat memberikan nilai tambah, untuk kolaborasi secara internal dengan group terkait menciptakan Solusi dan inovatif. Adapun pemanfaatan aplikasi teknologi yang dapat dilakukan seperti Cash Management System (CMS), BSI e-Health, BSI Pembayaran Institusi (BPI), Host to Host (H2H) dan lain-lain. STRATEGI HUBUNGAN KELEMBAGAAN TAHUN 2024 Strategi Hubungan Kelembagaan pada tahun 2024 adalah sebagai berikut: 1. Meningkatkan customer base dan deepening relationship dengan nasabah melalui pengembangan kapabilitas transactional banking dan perluasan value chain. 2. Mengoptimalkan kerjasama Kementerian Keuangan yang telah mempercayakan kepada BSI sebagai Bank Operasional pengelola rekening Kementerian Keuangan (BO1) dan peningkatan dana pada nasabah Kementerian Negara/ Lembaga beserta seluruh satuan kerja (satker) dan Badan Layanan Umum (BLU). 3. Peningkatan customer base melalui ekosistem Kementerian Negara/Lembaga, Perguruan Tinggi dan Rumah Sakit Negeri (SBSN, PNBP, Rekening VA, E-Court, dan lain-lain). 4. Meningkatkan dan mengoptimalisasikan penempatan dana nasabah pareto namun tetap mempertimbangkan risiko konsentrasi nasabah sesuai dengan kebijakan manajemen. PT Bank Syariah Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2024 173

RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5