Laporan Tahunan 2024

Total pendanaan segmen Hubungan Kelembagaan tahun 2024 sebesar Rp89,46 triliun, meningkat 12,14% dibandingkan dengan tahun 2023 yang sebesar Rp79,77 triliun. Peningkatan tersebut terutama berasal dari kontribusi pertumbuhan deposito yang sebesar Rp7,54 triliun. Pendapatan pengelolaan dana bersih segmen Hubungan Kelembagaan tahun 2024 sebesar Rp550,68 miliar meningkat 66,91% dibandingkan dengan tahun 2023 yang sebesar Rp329,94 miliar. Peningkatan laba setelah zakat dan pajak sebesar 82,36%, dari Rp187,21 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp341,38 miliar pada tahun 2024. Peningkatan produktivitas, pendapatan dan profitabilitas segmen Hubungan Kelembagaan sangat dipengaruhi hal-hal sebagai berikut: - Komunikasi yang efektif untuk menghindari miskomunikasi dan memastikan semua pihak berada pada pemahaman yang sama baik kebutuhan nasabah sampai dengan transaksi nasabah. - Tingkat kepercayaan kelembagaan terhadap penempatan dana dan transaksi ke bank melalui transparansi, konsistensi dan pemenuhan komitmen. - Koordinasi dan kolaborasi kelembagaan yang baik dapat mengoptimalkan kebutuhan transaksi kelembagaan untuk memberikan kepuasan terhadap nasabah. PROSPEK USAHA DAN STRATEGI HUBUNGAN KELEMBAGAAN TAHUN 2025 Penyaluran belanja APBN Kementerian/Lembaga yang baru didirikan pada Kabinet Baru dalam tahun 2025 terdapat 48 Kementerian dan 51.238 Satker diseluruh Indonesia yang memiliki potensi untuk dilakukan Kerjasama, baru sekitar 1.640 Satker atau 3.2% yang telah menggunakan layanan BSI, sehingga tantangan ke depan masih cukup besar untuk dapat melakukan kerjasama di Kementerian. Untuk perguruan tinggi terdapat 63 PTN, 15 Institut Negeri, 44 Politeknik, 31 Universitas Islam Negeri, 23 Institut Agama Islam Negeri, 5 Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri, 38 Politeknik Kesehatan dan 179 Perguruan Tinggi Kedinasan yang juga menjadi prioritas untuk dapat mengoptimalkan Kerjasama bersama BSI. Prospek Rumah Sakit Pemerintah terdapat ±1.031 Rumah Sakit Pemerintah, RSUD, dan Rumah Sakit di bawah Kementerian lainnya maupun dibawah TNI/Polri dan BUMN yang masih dapat memberikan potensi yang baik di 2025. Melalui prospek usaha dalam kelembagaan tersebut strategi yang dapat dilakukan antara lain: 1. Meningkatkan giro transaksi kelembagaan melalui aplikasi Be WIZE dengan targeted Institusi. 2. Meningkatkan pertumbuhan dana khususnya giro penempatan dan transaksi melalui optimalisasi Kerjasama dengan kelembagaan serta melalui program kelembagaan. 3. Memahami kebutuhan nasabah melalui cash in dan cash out nasabah kelembagaan untuk mengoptimalisasi kebutuhan yang diharapkan nasabah. 4. Mengoptimalisasikan penempatan dana nasabah kelembagaan namun tetap mempertimbangkan risiko konsentrasi nasabah sesuai dengan kebijakan manajemen. 5. Peningkatan customer base kelembagaan melalui ecosystem yang telah dilakukan pada Kementerian/Lembaga Pemerintah, Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi Negeri, Rumah Sakit Negeri, BUMD Subsidiaries dan Perusahaan Swasta Terbuka. PRODUKTIVITAS, PENDAPATAN DAN PROFITABILITAS HUBUNGAN KELEMBAGAAN Informasi produktivitas, pendapatan dan profitabilitas Hubungan Kelembagaan dalam dua tahun terakhir disajikan sebagai berikut. Tabel Kinerja Segmen Hubungan Kelembagaan (dalam jutaan Rupiah) Uraian 2024 2023 Pertumbuhan Nominal % (1) (2) (3) (4) = (2)-(3) (5) = (4)/(3) Total Pendanaan/DPK 89.456.637 79.770.650 9.685.987 12,14% Pendapatan Pengelolaan Dana Bersih 550.684 329.935 220.749 66,91% Beban Usaha (101.896) (84.689) (17.207) 20,32% Laba Setelah Zakat dan Pajak 341.380 187.206 154.174 82,36% ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN ATAS KINERJA BANK PT Bank Syariah Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2024 174

RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5