f. Penetapan Jangka Waktu Pembiayaan Bank menetapkan jangka waktu pembiayaan dengan mempertimbangkan jenis pembiayaan, imbal hasil, likuiditas, dan potensi risiko. g. Evaluasi Kecukupan Limit Risiko Bank secara rutin melakukan kajian atau evaluasi terhadap kecukupan limit risiko untuk memastikan kesesuaian dengan kebutuhan operasional dan regulasi. h. Sistem Pengendalian Internal Bank menetapkan sistem pengendalian internal yang terintegrasi dalam sistem dan prosedur pembiayaan guna memastikan efektivitas pengelolaan risiko. Guna mengintegrasikan data dalam pengelolaan risiko kredit, BSI memiliki Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang menyediakan data pengelolaan risiko kredit. Bank melaporkan eksposur risiko kredit secara rutin, baik untuk kebutuhan internal maupun eksternal. Risiko Pasar BSI memiliki eksposur terhadap risiko pasar dari aktivitas treasury dan investasi dalam bentuk surat berharga, pasar uang, forex (foreign exchange), serta produk emas karena adanya persediaan emas. Pengelolaan risiko pasar bertujuan untuk meminimalisir dampak negatif pergerakan variabel pasar terhadap portofolio Bank. BSI menerapkan prinsip segregation of duty dengan memisahkan fungsi antara front office, middle office, dan back office dalam pelaksanaan transaksi surat berharga dan forex: a. Front Office Unit bisnis atau unit treasury menjalankan fungsi front office sebagai pelaksana transaksi treasury. Fungsi ini berperan sebagai first line of defence yang langsung melakukan transaksi. b. Middle Office Unit manajemen risiko menjalankan fungsi second line of defence. Tugasnya meliputi review limit risiko, pengukuran risiko, dan pemantauan eksposur risiko pasar. c. Back Office Unit kerja operasional menjalankan fungsi back office dengan melakukan penyelesaian (settlement) dan pembukuan transaksi. BSI juga menetapkan kebijakan, prosedur, dan limit sebagai pedoman penerapan manajemen risiko pasar, meliputi: Kebijakan Manajemen Risiko, Kebijakan Treasury, Standar Prosedur Bisnis Treasury and International Banking, PTO Asset and Liability, PTO Market Liquidity Risk Tools, dan Ketentuan pengelolaan risiko pasar lainnya. Risiko Benchmark Suku Bunga Dalam proses pengelolaan risiko benchmark suku bunga, BSI melakukan langkah-langkah berikut: a. Identifikasi Risiko Identifikasi dilakukan pada produk dan aktivitas bank untuk mengetahui adanya risiko benchmark suku bunga serta sumber risikonya. Tujuannya agar risiko dapat dikendalikan dan diminimalisir. Hasil identifikasi juga digunakan untuk memberikan rekomendasi kepada unit bisnis dan manajemen. b. Pengukuran Risiko Pengukuran risiko menggunakan dua metode, yaitu metode Standar dan metode internal yaitu Value at Risk (VaR). VaR menggambarkan potensi kerugian maksimum akibat pergerakan yield surat berharga dalam kondisi pasar yang normal. c. Pemantauan Eksposur Risiko Pemantauan eksposur risiko dilakukan secara harian, mingguan, dan bulanan melalui sistem treasury Bank. d. Pengendalian Risiko Pengendalian risiko dilakukan melalui penetapan limit trading surat berharga. Jika terjadi unrealized loss akibat penurunan harga pasar surat berharga, Bank dapat melakukan penjualan atau cut loss sesuai mekanisme yang ditetapkan guna menghindari kerugian lebih besar. Penetapan harga pasar surat berharga trading dilakukan secara harian menggunakan harga pasar dari sumber independen. Risiko Nilai Tukar BSI mengelola risiko nilai tukar melalui langkah-langkah berikut: a. Identifikasi Risiko Identifikasi dilakukan pada produk dan aktivitas bank untuk mengetahui adanya risiko nilai tukar serta sumber risikonya. Tujuannya agar risiko dapat dikendalikan dan diminimalisir. b. Pengukuran Risiko Pengukuran risiko menggunakan alat Value at Risk (VaR) . Bank juga menjaga Posisi Devisa Neto (PDN) sesuai limit yang telah ditetapkan. c. Pemantauan Eksposur Risiko Pemantauan eksposur risiko dilakukan secara harian, mingguan, dan bulanan melalui sistem treasury Bank. d. Pengendalian Risiko Pengendalian risiko dilakukan melalui penetapan limit dan penyeimbangan posisi valas (squaring position). Selain itu, Bank melakukan stress test untuk menguji ketahanan Bank dalam menghadapi kondisi krisis dan mempersiapkan strategi yang diperlukan jika terjadi krisis. Secara rutin, Bank melakukan stress test risiko pasar untuk menilai kemampuan Bank dalam menghadapi perubahan indikator ekonomi. Dalam pengembangan Sistem Informasi Manajemen Risiko, BSI memiliki Treasury Core System yang dapat menyediakan data untuk pengukuran risiko pasar. Bank secara rutin melaporkan eksposur manajemen risiko pasar kepada pihak internal maupun eksternal. PT Bank Syariah Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2024 447
RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5